Pertemuan Our Ocean Conference Diikuti 1.908 Delegasi

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 26 Oktober 2018 | 10:23 WIB
Pertemuan Our Ocean Conference Diikuti 1.908 Delegasi
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kiri) bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan keterangan pers mengenai penyelenggaraan Our Ocean Conference (OOC) 2018 di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Rabu (17/10/2018). Indonesia akan menjadi tuan rumah perhelatan akbar Our Ocean Conference (OOC) 2018 yang akan diselenggarakan di Bali pada Tanggal 29-30 Oktober 2018./Antara-Reno Esnir

Bisnis.com, DENPASAR – Sebanyak 1.908 delegasi dan 8 kepala negara dari 37 negara dipastikan hadir dalam gelaran Our Ocean Conference yang diadakan di Bali pada 29-30 Oktober 2018 besok.

Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan kepala negara yang akan hadir pada acara Our Ocean Conference (OOC) 2018 merupakan pimpinan negara yang berada di kawasan Asia Selatan. Dengan rincian Presiden Indonesia Joko Widodo, enam kepala negara luar negeri, dan satu wakil kepala negara.

Menurutnya, masing-masing perwakilan negara tersebut akan bertemu untuk membahas isu yang berkaitan dengan kelautan dan perikanan. Termasuk cara mencegah polusi dan kerusakan lingkungan laut. Konferensi juga akan membahas pemberdayaan ekonomi pesisir.

“Kita sudah mengadakan rapat koordinasi, dan menurut rencanan akan dihadiri dan dibuka langsung Bapak Presiden,” katanya, Jumat (26/10/2018) selepas mengikuti Apel Pasukan Pengamanan VVIP Our Ocean Conference di Lapangan Renon, Denpasar.

Kata dia, pihaknya pun sudah mengadakan rapat koordiansi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai panitia utama. Selain itu, juga berkoordinasi dengan Pangdam IX/Udayana dan Polda Bali terkait pengamanan pertemuan tersebut.

Menurutnya, gelaran OOC sendiri tidak sebesar Annual Meetings IMF-WB 2018 yang diadakan 8-14 Oktober 2018 lalu. Sebab, jumlah delegasi yang hadir lebih sedikit dan waktu acara yang singkat yakni hanya dua hari.

Walaupun demikian, dia memastikan kondusifitas acara dipastikan lancar dan mampu berlangsung dengan baik.

“Tidak ada acara seperti itu [pawai budaya seperti IMF-WB 2018], jadwal acara sudah padat waktunya dua hari. Artinya kita mendukung dari segi fasilitasi untuk berjalan lancar,” katanya.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya