Praktik Jual Beli Kepala, Konjen China di Denpasar Sebut Turis juga Mengeluh

Oleh: Feri Kristianto 25 Oktober 2018 | 15:25 WIB
Praktik Jual Beli Kepala, Konjen China di Denpasar Sebut Turis juga Mengeluh
Turis asal China/Antara

Bisnis.com, DENPASAR—Pemerintah China menyatakan sangat memperhatikan mengenai isu jual beli kepala turis China, karena wisatawannya ikut menjadi korban dan sangat dirugikan dalam praktik tersebut.

Wakil Konjen China di Denpasar Chen Wei menuturkan aturan pemerintahnya sudah sangat tegas mengatur sanksi bagi agen wisata yang melakukan penipuan harga, memasak berbelanja hingga masalah komisi.

Dia menekankan jika ada ditemukan praktik itu dilakukan oleh agen wisata di negaranya, maka sanksinya berupa pencabutan izin hingga penjara.

Kalau pihak di Indonesia ada terungkap saksi-saksi ada agen wisata China terlibat dalam penipuan turis di Bali meminta bukti-butki itu diserahkan ke Konjen China di Denpasar agar dapat segera diserahkan ke pemerintah pusat.

“Sebenarnya tamu yang tertipu dipaksa belanja dan tidak bisa ke objek wisata yang mereka inginkan mereka juga dikeluhkan,” jelasnya dalam FGD Pasar Turis Tiongkok di Kuta, Kamis (25/10/2018).

Ditegaskan olehnya, pemerintah China sudah sangat tegas mengatur ketentuan bagi agen wisata. Karena itu pihaknya juga mengimbau pemerintah Indonesia khususnya Bali ikut membantu mengatasi masalah praktik jual beli kepala.

Dia menekankan, praktik tersebut tidak hanya merugikan Pulau Dewata tetapi warga negaranya yang berlibur ke sini.

Menurutnya, wisatawan dari negaranya yang berlibur ke Bali sebenarnya ikut dirugikan. Mereka tidak bisa pergi ke objek wisata yang diminati dan justru dipaksa belanja oleh agen wisata yang menerapkan praktik jual beli kepala.

Bagaimanapun, Pulau Dewata selama ini dikenal karena keindahan budaya dan pantainya sehingga menarik wisman dari China.

“Ada segelintir agen turis untuk kepentingann sendirinmenipu turis China. Yang tertipu itu turis kami tetapi ini meresahkan image pasar Bali. Jadi kami yakin turis China ke sini lihat yang indah budaya bagus dan service bukan mau datang ditipu,” paparnya.

Karena itu, lanjutnya, pihanya memohon agen wisata di daerah juga mempromosikan budaya yang unik tidak hanya sekedar tempat wisata seperti Uluwatu dan Tanah Lot saja.

Chen Wei juga mengimbau pelaku pariwisata di sini meningkatkan kualitas pelayanan serta bersaing secara sehat dan tidak menerapkan praktik banting harga.

Secara khusus Chen mengharapkan pelaku pariwisata di daerah ini memperhatikan keselamatan dan keamanan turis China. Sejak adanya erupsi Gunung Agung dan Gempa Lombok, kuantitas wisman dari negara ke Bali berkurang.

Untuk itu, pihaknya berharap ada pemberian informasi yang cepat dan tepat bagi wismannya agar ketika berada di Bali dan mengalami suatu masalah cepat tertangani.

Dengan begitu mereka bisa tenang. Konjen China di Denpasar juga berharap banyak supaya ada informasi mengenai proses pengurusan suatu masalah ketika warganya di daerah ini mengalami kejadian tertentu. Intinya adalah adanya jaminan keselamatan dan keamanan bagi turis China. 

 

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya