Rekonstruksi Gempa Lombok Lambat, Terkendala Miskomunikasi

Oleh: Eka Chandra Septarini 25 Oktober 2018 | 12:25 WIB
Rekonstruksi Gempa Lombok Lambat, Terkendala Miskomunikasi
Seorang warga berada dekat puing-puing rumahnya yang roboh pascagempa di Dusun Labuan Pandan Tengak, Desa Padak Guar, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, NTB/Antara

Bisnis.com, MATARAM -- Program rekonstruksi bangunan pasca gempa di NTB dinilai mengalami kendala terutama di Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Barat, dan Kabupaten Sumbawa. 

Gubernur NTB Zulkieflimanyah mengatakan, kendala yang dihadapi salah satunya merupakan kendala komunikasi antara pemerintah dengan warga. 

"Ya masyarakat masih seperti itu (enggan) kepala desanya. Akan kami segera koordinasikan sebenarnya apa maunya dari kepala-kepala desa ini," ujar gubernur yang kerap disapa Zul ini, Kamis (25/10/2018). 

Menurutnya, anggaran untuk membangun hunian bagi masyarakat korban gempa sudah siap. Namun, kendala tersebut membuat proses pembangunan terhambat dan belum bisa berjalan optimal. 

Zul juga melibatkan Gabungan Pengusaha Jasa Konstruksi (Gapensi), Pengusaha Real Estate Indonesia (REI) NTB, Gapeksindo, serta Kadin NTB untuk membantu mempercepat proses pembangunan hunian bagi masyarakat. 

"Untuk jenisnya diserahkan ke pengembang masing-masing, mau konstruksi RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat) atau RIKO (Rumah Instan Konvensional) yang penting jangan sampai ra iso," ujar Zul. 

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya