RupiahPlus Target Peningkatan 200% Pengguna di Bali

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 24 Oktober 2018 | 14:32 WIB
RupiahPlus Target Peningkatan 200% Pengguna di Bali
Model memperlihatkan cara kerja aplikasi RupiahPlus saat sosialisasi di Bali, Rabu (24/10/2018)./Bisnis-Ni Putu Eka Wiratmini

Bisnis.com, KUTA – RupiahPlus, platform kredit online tanpa jaminan, mensosialisasikan produknya di Bali untuk menarget peningkatan 200% user mengatakan pada wilayah ini dari kondisi eksisting sebanyak 10.238 pengguna.

(Revisi Kamis, 25/10/2018, narasumber mengklaim pernyataan kenaikan 2% pada wawancara Rabu (24/10/2018) merupakan salah sebut. Target peningkatan yang benar 200%).

Sejak April 2017 hingga pertengahan Oktober 2018, volume pinjaman RupiahPlus pada 488 kota di Indonesia telah mencapai Rp2,5 triliun. Adapun di Bali volume pinjaman untuk 2018 mencapai Rp4,5 miliar.

Chief Corporate Communications Officer RupiahPlus Randy Salim mengatakan RupiahPlus hadir di Bali untuk mensosialisasikan jasa pinjaman cepat dan terpercaya yang disediakan bagi masyarakat yang memiliki kebutuhan mendesak, seperti untuk bantu membayar uang sekolah, biaya berobat, membuka usaha sendiri, atau kebutuhan sehari-hari lainnya.

Menurutnya kehadiran RupiahPlus di Bali sejalan untuk mendukung Otoritas Jasa Keuangan dalam mencapai target penetrasi inklusi keuangan sebesar 75% pada 2019. Perusahaan-perusahaan pinjaman online seperti RupiahPlus turut berkontribusi pada target tersebut dengan menjangkau warga yang sulit mengakses kredit atau tidak terjamah oleh sistem perbankan konvensional.

Apalagi, Bali merupakan wilayah dengan pengembalian kredit terlancar bagi RupiahPlus dibanding wilayah-wilayah lain di Indonesia.

“RupiahPlus adalah salah satu platform kredit tanpa jaminan pertama di Indonesia di mana pinjaman dapat diajukan sepenuhnya melalui aplikasi ponsel. Kami menjunjung tinggi konsep kredit membuat hidup lebih baik dan bertujuan memberikan pinjaman yang aman dan nyaman kepada pengguna layanan kami di 488 kota di seluruh Indonesia,” katanya, Rabu (24/10/2018).

Dia menjelaskan melalui aplikasi ponsel RupiahPlus, pengguna dapat menyelesaikan seluruh proses pengajuan, pencairan pinjaman, dan pengembalian pinjaman. Pengguna juga tidak perlu menawarkan jaminan. Dalam melakukan pinjaman, pengguna hanya menyertakan KTP dan pinjaman dapat dengan mudah diajukan.

Randy Salim menuturkan waktu pengajuan dan pencairan pinjaman hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit. Layanan pinjaman tunai yang ditawarkan mulai dari Rp800.000 dan Rp1.500.000 dengan jangka waktu jatuh tempo 14 hari dan bunga sebesar 0,05%.

RupiahPlus juga tidak membatasi pekerjaan, pendapatan, atau kondisi pengguna yang lainnya. Selama umur pengguna sudah mencapai 21 tahun, memiliki pendapatan dan nomor ponsel yang tetap, pengguna dapat mengajukan pinjaman kepada RupiahPlus. Sistem juga akan melindungi privasi setiap pengguna sebagai rangka dalam memberikan layanan pinjaman berkualitas kepada banyak orang.

“Sejak pertama berdiri April 2017 lalu, publik menunjukkan respons yang sangat positif terhadap layanan kami: hingga kini volume pinjaman untuk seluruh Indonesia telah mencapai sekitar Rp2,5 triliun rupiah," katanya.

RupiahPlus juga turut meramaikan acara “Fintech Days 2018” yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan di beberapa titik di Denpasar dan Kuta dari 25-27 Oktober 2018 dalam rangka mensosialisasikan keuntungan fintech dan khususnya pinjaman online atau peer-to-peer lending ke masyarakat Bali.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya