Kembangkan Kerajinan Bambu, Pemerintah San Salvador de Jujuy Lirik Gianyar

Oleh: Ema Sukarelawanto 24 Oktober 2018 | 13:53 WIB
Kembangkan Kerajinan Bambu, Pemerintah San Salvador de Jujuy Lirik Gianyar
Ilustrasi kerajinan bambu./Bisnis-Azizah Nur Alfi

Bisnis.com, GIANYAR — Pemerintah Kota San Salvador de Jujuy ingin menggandeng Pemerintah Kabupaten Gianyar untuk mengembangkan kerajinan bambu di salah satu kota di Argentina itu.

Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun mengatakan pihaknya menyambut baik keinginan tersebut dan akan menjajaki bentuk kerja sama lebih lanjut.

“Pada prinsipnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar siap, termasuk memfasilitasi para perajin yang diperlukan dalam kerja sama ini,” ujarnya, Rabu (24/10/2018).

Kerja sama ini dinilai akan menjadi ajang promosi bagi Bali secara umum dan Gianyar pada khususnya, serta bukan hanya di bidang kerajinan bambu tapi juga pariwisata. Dengan masuk ke pasar Amerika Selatan, kerajinan dari Gianyar diyakini bakal semakin dikenal dunia dan nantinya dapat berdampak bagi peningkatan kesejahteraan para perajin.

Duta Besar RI untuk Argentina, Paraguai dan Urugai Niniek Kun Naryatie mengungkapkan wilayah San Salvador de Jujuy merupakan penghasil bahan baku bambu yang cukup berlimpah. Namun, pemanfaatannya belum maksimal.

“Saya diminta Pemerintah Kota (Pemkot) San Salvador de Jujuy menjalin kerja sama dengan Pemkab Gianyar, khususnya untuk pengembangan kerajinan bambu di sana,” sebutnya.

Niniek menjelaskan kunjungannya ke Gianyar merupakan penjajakan awal, untuk selanjutnya meningkat kepada kerja sama sesuai kesepakatan. Kegiatan ini juga dilakukan dalam rangka menjalin kemitraan antar kota budaya di kawasan Asia dan Amerika Latin.

Pemanfaatan bambu bersama oleh San Salvador de Jujuy dan Gianyar dipandang dapat menjadi salah satu pionir dan contoh kerja sama antar kota budaya di bidang pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan.

“Bahan baku bambu di sana melimpah, perlu penanganan yang optimal. Perajin di Gianyar harus mulai berani keluar, suatu ketika mungkin kita bisa bikin perusahaan di sana,” ucapnya.

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya