Temu Karya Nasional di Bali, Dana Desa Disalurkan untuk Pemberdayaan SDM

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 19 Oktober 2018 | 16:15 WIB
Temu Karya Nasional di Bali, Dana Desa Disalurkan untuk Pemberdayaan SDM
Presiden Jokowi (kanan) memukul kentongan disaksikan Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo (dari kiri), Mensesneg Pratikno, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Mendagri Tjahjo Kumolo saat membuka Temu Karya Nasional Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) XX dan Pekan Inovasi Perkembangan Desa/Kelurahan (PINDesKel) 2018 di Garuda Wisnu Kencana, Badung, Bali, Jumat (19/10/2018)./ANTARA-Fikri Yusuf

Bisnis.com, DENPASAR – Dana desa yang disalurkan mulai digunakan untuk meningkatkan pemberdayaan sumber daya manusia selain difungsikan untuk pembangunan infrasruktur.
 
Menteri Desa Eko Putro Sandjojo mengatakan hingga saat ini dana desa telah berhasil meningkatkan perekonomian lewat pembangunan 158.000 km jalan desa dan 1.000 jembatan.
 
Selain itu, dana desa telah mampu menurunkan angka kemiskinan hingga 1,2 juta jiwa. Jumlah ini besarnya dua kali lipat lebih besar daripada kondisi perkotaan yang besarannya 580.000.
 
“Angka pengangguran desa juga separuh dari pengangutran terbuka kota,” katanya, Jumat (19/10/2018).
 
Kata dia, dengan keberhasilan dana tersebut, saat ini dana desa akan mulai diarahkan ke pembangunan sumber daya manusia (SDM). Dana desa tidak hanya dikhususkan untuk pembangunan infrastrutur semata.
 
Menurutnya, untuk mewujudkan hal tersebut, pihaknya mulai mendorong program inovasi desa.

Ada sekitar 433 kabupaten yang telah ikut serta dalam program tersebut dengan menghasilkan 30.000 dokumentasi.

30.000 dokumentasi tersebut dipameran pada Temu Karya  Nasional Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) dan dan Pekan Inovasi Perkembangan Desa dan Kelurahan (PINDesKel) 2018, dari Jumat (19/10/2018) sampai Minggu (21/10/2018) di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Bali.
 
“Hari ini kita lihat ada pameran sehingga masyarakat bisa sharing,” katanya.
 
Hingga Mei 2018, Indonesia juga telah berhasil menjadikan 10.000 desa tertinggal menjadi desa berkembang. Padahal, target 2019 hanya mengentaskan 5.000 desa tertinggal menjadi berkembang.
 
Kondisi ini menjadikan target 2019 akan lebih tinggi lagi dengan mengentaskan 50.000 desa tertinggal atau 3 kali lipat lebih banyak dari target sebelumnya.
 
“Jadi degan inovasi desa lebih bisa dibagikan supaya desa lain mampu mengikuti,” katanya. 

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya