Jokowi Minta Desa Terlibat Pembangunan Infrastruktur

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 19 Oktober 2018 | 15:54 WIB
Jokowi Minta Desa Terlibat Pembangunan Infrastruktur
Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri) meninjau pembangunan irigasi dan jalan produksi persawahan di Desa Waimital, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, Rabu (14/2/2018)./BPMI Setpres

Bisnis.com, DENPASAR – Presiden Joko Widodo mengharapkan desa ikut terlibat dalam pembangunan nasional terutama dalam hal infrastruktur di tengah penyaluran dana desa yang terus meningkat tiap tahunnya. 
 
Kata dia, tahun ini anggaran infrastruktur nilainya semakin besar. Adapun pada 2018 nilai anggaran infrastruktur mencapai Rp400 triliun. Sekitar 4 tahun sebelumnya, anggaran infrastruktur hanya berkisar Rp150 triliun sampai Rp160 triliun.
 
Dengan anggaran yang besar tersebut, pemerintah telah merealisasikan sejumlah infrastruktur baru seperti jalan tol hingga bandara. Namun, menurut Jokowi, pembangunan tersebut akan percuma jika desa tidak ikut terlibat. 


Desa dinilai harus ikut terlibat mensukseskan pembangunan infrastruktur. Sehingga, semua infrastruktur terkoneksi tidak hanya jalan besar milik pemerintah nasional maupun provinsi.
 
“Percuma jalan tol rampung tapi jalan desa gak bisa dilewati, percuma jalan besar bagus tetapi jalan kecamatan rusak. Gak bisa gitu, semua harus sambung dari kecil sampai besar,” katanya, Jumat (19/10/2018).
 
Apalagi, menurutnya, dana desa setiap tahunnya terus bertumbuh. Pada 2015 misalnya, dana desa besarannya hanya Rp20 trilun. Kemudian, meningkat menjadi Rp47 triliun pada 2016.
 
Dana desa pada 2017 meningkat menjadi Rp60 triliun dan begitu juga pada 2018 nilai dana desa besarannya sama. Untuk 2019 nanti, dana desa ditarget akan sebesar Rp70 triliun.
 
“Semakin besar-besar tetapi penggunaan harus tepat sasaran, bukan masalah menghabiskan uang tapi tepat sasaran, tepat guna, dan bermanfaat,” katanya.
 
Jokowi juga mengharapkan, dana desa yang disalurkan dapat benar-benar mensejahterakan masyarakat.

Dalam setiap penggunaan dana desa, diharapkan setiap transaksi yang dilakukan melibatkan komponen desa. Sehingga, ekonomi masyarakat desa dapat berputar.
 
“Misalnya membuat jalan desa, beli pasirnya usahakan dari desa, jangan beli di kota atau beli ke Jakarta, duitnya balik lagi ke kota atau Jakarta,” katanya. 

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya