Menkeu Australia dan Dubes Inggris Kunjungi Monumen Bom Bali

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 12 Oktober 2018 | 11:28 WIB
Menkeu Australia dan Dubes Inggris Kunjungi Monumen Bom Bali
Seorang warga berdoa dan menaruh karangan bunga di Monumen Bom Bali untuk memperingati 16 tahun peristiwa tersebut. / JIBI/BISNIS- Ni Putu Eka Wiratmini

Bisnis.com, LEGIAN - Menteri Keuangan Utama Australia Josh Frydenberg (Treasurer) dan Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Timor Leste, dan Asean Moazzam Malik mendatangi Monumen Bom Bali untuk memperingati 16 tahun peristiwa tersebut, Jumat (12/10/2018).

Mereka m membawa bunga dan berdoa untuk korban Bom Bali di sela-sela kegiatan Annual Meeting IMF-WB 2018. 

Menteri Keuangan Utama Australia Josh Frydenberg (Treasurer) mengatakan kedatanganya ke monumen ini sebagai perwakilan negara untuk mendoakan dan mengenang para korban.

Menurutnya, tragedi ini merupakan hal yang menyedihkan dan menjadi masa kelam bagi Indonesia maupun Australia ,serta negara lainnya di dunia. 

Dia menuturkan, pada 2002 atau saat peristiwa Bom Bali I, sebanyak 88 orang Australia menjadi korban. Selain itu, 23 korban dari United Kingdom, 38 dari Indonesia, dan korban dari negara lainnya. 

"Banyak korban dari bom tersebut, baik korban mental dan fisik, sejak hari targedi itu, 16 tahun lalu Indonesia dan Australia membuat kerja sama dan lebih dekat untuk bekerja membuat peraturan yang menghadang teroris, dan memastikan tidak akan terjadi kejadian ini lagi," katanya, Jumat (12/10/2018).

Menurutnya, terorisme merupakan perjuangan tiada akhir. Semua negara di dunia punya tanggung hawab bersama dalam memerangi terorisme. 

Kata dia, Australia dan Indonesia akan terus bekerja sama untuk memerangi terorisme seperti dalam bentuk pelatihan. 

"Kita baru saja menyelesaikan kerja sama antara Australia dan Indonesia, polisi dan intelegen bekrja lebih dekat dalam masalah terorisme," katanya.

Moazzam Malik mengatakan pihaknya sangat berduka karena tragedi bom Bali. Monumen ini, menurutnya, menjadi simbol bahwa kejadian 16 tahun lalu tidak dilupakan. 

Menurutnya, monumen ini sekaligus mengingatkan masing-masing negara untuk terus memperkuat kerja sama, terutama dalam memerangi ekstrimisme. 

"Sejak Bom Bali, Australia, Inggris, AS, dan negara lain, juga Indonesia terus meningkatkan kemampuan anti terorisme. Kami meningkatkan fasilitas, apalagi Indonesia masih terus berjuang dalam ancaman terorisme seperti kejadian Bom Surabaya, dan kita akan terus melanjutkan dukungan untuk Indonesia dalam melawan terorisme," katanya.

Editor: Nancy Junita

Berita Terkini Lainnya