Ketepatan Waktu Bandara Ngurah Rai 85%

Oleh: Newswire 11 Oktober 2018 | 19:00 WIB
Ketepatan Waktu Bandara Ngurah Rai 85%
Petugas memantau dan mengatur pergerakan pesawat udara di menara Air Traffic Controller (ATC) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Senin (8/10/2018)./ANTARA-Fikri Yusuf

Bisnis.com, KUTA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan tingkat ketepatan waktu (OTP) di Bandara Ngurah Rai, Bali, rata-rata di atas 85 persen meski penerbangan tergolong padat saat pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia.

"Walau pun kegiatan ketat, tetapi masih bisa menjaga OTP," katanya saat meninjau pelayanan imigrasi delegasi IMF dan Bank Dunia di Bandara Ngurah Rai, Bali, Kamis (11/10/2018).

Menurut dia, Air Navigasi Indonesia bersama Angkasa Pura I dan Otoritas Bandara sudah melakukan koordinasi dan pengaturan khusus untuk meminimalkan penundaan jadwal penerbangan reguler karena ada penerbangan yang membawa para kepala negara yang tiba di Bali.

Hingga saat ini, lanjut dia, sudah ada sembilan kepala negara atau kepala pemerintahan yang sudah tiba di Pulau Dewata untuk menghadiri agenda pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia.

Meski menilai OTP di Bandara Ngurah Rai masih terjaga, Budi mengakui masih ada "holding" atau antrean pesawat di udara menunggu mendarat.

Namun durasi tersebut, kata dia, masih dalam batas wajar yakni berkisar kurang dari 20 menit.

"Jadi manajemen lalu lintas udara sudah lebih baik dan saya harap ini menjadi contoh yang diterapkan sehari-hari," katanya.

Pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia dihadiri sekitar 23 kepala negara atau kepala pemerintahan, termasuk 10 di antaranya pemimpin ASEAN.

Sesuai dengan prosedur internasional, setiap pesawat kepala negara yang mendarat atau akan lepas landas, maka pesawat VVIP itu diberikan prioritas dan ruang udara harus ditutup sementara sekitar 30 menit.

Dalam kesempatan terpisah sebelumnya Direktur Utama AirNav Indonesia Novie Riyanto mengatakan untuk meminimalkan "tertahannya" pesawat reguler di udara, pihaknya melakukan pengaturan waktu terbang dan koordinasi secara komputerisasi.

"Contohnya pesawat (komersial) dari Jakarta menuju Bali, jika ada 'VVIP' bergerak, maka pesawat tersebut lebih baik menunggu di sana agar tidak menumpuk di Bali dan ini semua kami lakukan berkoordinasi secara komputerisasi," katanya.

Pihaknya juga akan mengeluarkan pemberitahuan kepada pelaku penerbangan di seluruh dunia atau "notam" apabila ada kedatangan atau keberangkatan kepala negara.

Dengan koordinasi secara komputerisasi, maka pengaturan slot terbang dilakukan otomatis, menyesuaikan dengan rata-rata kapasitas per jam Bandara I Gusti Ngurah Rai yakni berkisar 30 kali penerbangan.

Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali merupakan salah satu bandara tersibuk di Tanah Air dengan rata-rata pergerakan pesawat per hari mencapai sekitar 460 penerbangan.

Dengan adanya kegiatan pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia, ia memperkirakan terjadi peningkatan pergerakan pesawat 10-15 persen dari total penerbangan harian.

Sumber : Antara

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya