BNI-Blue Bird Kolaborasi Layani Transaksi Nontunai Delegasi IMF-WBG 2018

Oleh: Feri Kristianto 05 Oktober 2018 | 20:31 WIB
BNI-Blue Bird Kolaborasi Layani Transaksi Nontunai Delegasi IMF-WBG 2018
Sebanyak 430 mobil sedan dari Blue Bird terparkir rapi di Lapangan Lagoon, Nusa Dua untuk mengantar tamu kenegaraan IMF-WB 2018. /BISNIS.COM- Ni Putu Eka Wiratmini

Bisnis.com, DENPASAR--PT Bank Negara Indonesia Tbk menggandeng PT Blue Bird Tbk untuk penyediaan sistem pembayaran non tunai melalui pemasangan mesin EDC di lebih dari 600 armada.

Pemimpin BNI Kanwil Bali, NTB & NTT Eko Setyo Nugroho mengatakan kerjasama ini untuk mendukung kemudahan transaksi pembayaran dalam armada transportasi khususnya Pertemuan Tahunan IMF-Wold Bank Group 2018.

BNI merupakan Official Bank Partner untuk melayani cash management bagi Panitia Nasional dan  merupakan bank penerbit kartu debit virtual account yang akan digunakan oleh para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral dari seluruh dunia yang hadir di Bali. 

"Dengan pilihan pembayaran melalui EDC BNI tersebut diharapkan akan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi para delegasi dan peserta pertemuan IMF-WB tersebut,” ungkap Eko dikutip dari siaran pers, Jumat (5/10/2018).

Eko menjelaskan bahwa sebagai salah satu official banking partner, BNI juga akan menyediakan berbagai layanan keuangan untuk para delegasi dan peserta lainnya.

Berbagai promo dan layanan unggulan dari BNI akan memenuhi kebutuhan transaksi para delegasi dan peserta lainnya saat berbelanja, penukaran uang tunai hingga tarik tunai di mesin ATM BNI. 

Dia menegaskan BNI bertekad untuk memberikan kenyamanan, keamanan, dan kemudahan dalam bertransaksi banknotes melalui penyediaan outlet dan booth money changer yang tersebar di beberapa lokasi strategis.

Diperkirakan ada potensi perputaran uang sebesar Rp 943,5 miliar selama penyelenggaraan IMF-WB Annual Meetings 2018 ini. 

Sebanyak 95,2% pengeluaran tersebut berasal dari wisatawan mancanegara dan sisanya sejumlah 4,8% berasal dari wisatawan lokal.

Pengeluaran terbesar adalah akomodasi yang mencapai Rp569,9 miliar diikuti pengeluaran untuk makanan dan minuman sebesar Rp190,5 miliar, transportasi sejumlah Rp36,1 miliar, hiburan sebesar Rp57 miliar dan belanja souvenir senilai Rp90,2 miliar.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya