5 Terminal BBM dan 2 Depot Avtur Disiagakan Selama IMF-World Bank Annual Meeting 2018

Oleh: Feri Kristianto 04 Oktober 2018 | 10:47 WIB
5 Terminal BBM dan 2 Depot Avtur Disiagakan Selama IMF-World Bank Annual Meeting 2018
Anggota satuan pengamanan berjaga di sekitar kawasan yang akan menjadi tempat berlangsungnya pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Bali, Senin (1/10/2018)./ANTARA-Nyoman Budhiana

Bisnis.com, MANGUPURA -- Pertamina menyiagakan sebanyak 5 Terminal Bahan Bakar Minyak dan 2 Depot Pengisian Pesawat Udara selama 24 jam untuk melayani kebutuhan BBM dan gas selama IMF-World Bank Annual Meeting 2018, pekan depan.
 
Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR V Rifky Rakhman Yusuf mengatakan 5 Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) yang disiagakan adalah Sanggaran, Manggis, Reo, Maumere, dan Ende. Adapun 2 Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) adalah di Ngurah Rai dan Labuan Bajo. 
 
“Semua TBBM ini disiagakan 24 jam dengan fasilitas eksisting dan ada juga fasilitas tambahan untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi BBM selama event berlangsung,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (4/10/2018).
 
Rifky menambahkan pada saat pelaksanaan pertemuan lembaga keuangan dunia ini, diperkirakan akan terjadi lonjakan konsumsi BBM di Bali dengan rata-rata 30% dari konsumsi harian. Puncaknya akan terjadi antara H-7 dan H+7 acara tersebut.
 
Sebanyak 20.000 peserta dari 189 negara direncanakan hadir dalam acara yang berlangsung pada 8-14 Oktober 2018 itu. Pertamina mengantisipasi dengan menyiapkan fasilitas tambahan penyaluran pada TBBM dan SPBU ring 1 dari venue yang berada di Denpasar dan Badung. 
 
“Untuk Labuan Bajo diperkirakan terjadi kenaikan konsumsi 18,75 kiloliter (KL) per hari dengan asumsi 5.000 peserta yang akan berkunjung ke wilayah itu,” sebutnya.
 
Selain itu, diperkirakan akan terjadi kenaikan penyaluran avtur sebesar 30% di DPPU Ngurah Rai. Proyeksi itu didasarkan pada asumsi terjadi kenaikan kenaikan penerbangan dari rata-rata 16 pesawat per jam menjadi 30-36 pesawat per jam.

Untuk DPPU Labuan Bajo, diperkirakan akan terjadi kenaikan jumlah penerbangan dari 15 pesawat per hari menjadi 48 pesawat per hari. 
 
“Dengan 15 penerbangan penyaluran 15 KL per hari, maka dengan 48 penerbangan pesawat akan terjadi kenaikan menjadi 48 KL per hari,” terang Rifky.

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya