Gempa Sumba Berdampak pada Gedung Sekolah, Jembatan, dan Akses Jalan

Oleh: Newswire 03 Oktober 2018 | 11:50 WIB
Gempa Sumba Berdampak pada Gedung Sekolah, Jembatan, dan Akses Jalan
Ilustrasi: Petugas mengamati grafik seismograf pemantauan aktivitas Gunung Agung di Pos Pemantauan Desa Rendang, Karangasem, Bali, Selasa (21/11)./ANTARA-Fikri Yusuf

Bisnis.com, KUPANG -  Gempa yang mengguncang Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Selasa (2/10/2018) berdampak pada kondisi gedung hingga akses jalan.

Dua gedung Sekolah Menengah Atas dan satu gedung Sekolah Dasar dilaporkan mengalami kerusakan ringan.

Selain tiga gedung sekolah, satu jembatan juga mengalami kerusakan sehingga mengganggu akses jalan, kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Tini Tadeus di Kupang, Rabu (3/10/2018).

"Kami sudah menerima laporan sementara mengenai dampak gempa Sumba. Ada tiga gedung sekolah dan satu jembatan mengalami kerusakan ringan," kata Tini Tadeus.

Dia mengatakan, telah berkoodinasi dengan BPBD Sumba Timur untuk membuat laporan lebih detail tentang kerusakan, dan segera mengambil langkah penanganan.

"Biasanya daerah menangani terlebih dahulu. Kalau sudah tidak bisa baru disampaikan ke provinsi untuk membantu penanganan," katanya menambahkan.

Tini Tadeus juga menghimbau masyarakat di daerah itu untuk tidak terpengaruh dengan isu-isu yang menyesatkan.

Masyarakat, kata dia, sebaiknya mengikuti arahan BMKG dan badan penangulangan bencana di daerah itu.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, hingga Selasa (2/10) pukul 17.00 WITA, telah terjadi 23 kali gempa di wilayah Kabupaten Sumba Timur.

"Sampai dengan petang ini sudah terjadi 23 gempa magnitude. Gempa terakhir berkekuatan 4.5 SR, terjadi pada pukul 16.35.14 WITA, berlokasi 10.58 LS, 120.29 BT pada 66 km Barat Daya Sumba Timur dengan kedalaman 15 km," kata Kepala BMKG Kampung Baru- Kupang, Robert Owen Wahyu.

Dari 23 kali gempa tersebut tercatat lima kali gempa dengan kekuatan cukup signifikan yakni di atas lima skala richter, dan dirasakan di sebagian wilayah Pulau Sumba dan Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Sumber : Antara

Editor: Saeno

Berita Terkini Lainnya