108 Pendeta Hindu di Bali Doakan Kelancaran IMF-World Bank Annual Meeting 2018

Oleh: Feri Kristianto 29 September 2018 | 08:02 WIB
108 Pendeta Hindu di Bali Doakan Kelancaran IMF-World Bank Annual Meeting 2018
Sebanyak 108 pendeta berdoa bersama di Bajra Sandhi, Denpasar, Bali untuk mendoakan kelancaran IMF-World Bank Annual Meeting 2018, Jumat (28/9)./Bisnis-Feri Kristianto

Bisnis.com, DENPASAR -- Sebanyak 108 orang pendeta agama Hindu dari seluruh Bali ikut mendoakan pelaksanaan IMF-World Bank Annual Meeting 2018 agar berjalan lancar.
 
Doa yang dipanjatkan secara bersama-sama tersebut dipusatkan di depan monumen perjuangan rakyat Bali Bajra Sandi, Denpasar, Jumat (28/9/2018). Seluruh pemuka agama mengenakan baju adat putih, berdoa sambil membunyikan genta dalam satu irama.
 
Gubernur Bali Wayan Koster mengemukakan beberapa hari lagi, Bali akan menjadi tempat penyelenggaraan IMF-World Bank Annual Meeting 2018, yang dihadiri lebih dari 15.000 orang delegasi dari seluruh dunia. Ditunjuknya Bali merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi Pemerintah Daerah (Pemda) dan seluruh komponen masyarakat Bali. 
 
Karena itu, menurutnya, semua pihak harus bertanggungjawab menyukseskan kegiatan ini demi citra baik dan nama harum Bali khususnya, dan Indonesia umumnya.
 
"Kita patut berbangga, sebagai daerah tujuan pariwisata internasional, berbagai kegiatan atau pertemuan tingkat internasional telah diselenggarakan di Bali dan berlangsung dengan suskes. Hal ini menyebabkan kepercayaan dunia kepada Bali sebagai tempat yang aman, untuk menyelenggarakan berbagai pertemuan internasional, juga terus meningkat," ujar Koster.

Dia menerangkan kegiatan doa dan deklarasi ini bertujuan untuk menggemakan dan menggelorakan penyelenggaraan IMF-World Bank Annual Meeting 2018 dari Bali ke seluruh penjuru dunia.

Selain itu, juga diharapkan dapat membangun spirit dan partisipasi seluruh komponen masyarakat Bali dalam menyukseskan kegiatan besar tersebut serta membangun dan memelihara suasana Bali yang aman, nyaman, dan damai.


 
Ditambahkan olehnya, dengan penyelenggaraan mega-meeting ini di Bali, maka Bali memperoleh banyak manfaat langsung maupun tidak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dia mencontohkan pembangunan infrastruktur strategis, seperti: underpass simpang ngurah rai, pengembangan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, pembangunan patung GWK, dan penanganan TPA Sarbagita. Selain itu juga peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, penambahan jumlah lapangan kerja, peningkatan pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan promosi dan citra pariwisata Bali secara gratis, yang menjangkau 189 negara di seluruh dunia.

"Oleh karena itu, saya mengajak seluruh komponen masyarakat Bali, mulai dari jajaran pemerintah daerah, TNI/Polri, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, instansi swasta, kalangan pariwisata, sampai insan pers, untuk secara sadar dan aktif, bersama-sama berkomitmen, bertanggung jawab, dan mendukung terwujudnya suasana Bali yang aman, nyaman, dan damai secara sakala dan niskala, demi suksesnya penyelenggaraan Pertemuan Tahunan IMF-World Bank tahun 2018 ini. Mari kita buktikan, mari kita tunjukkan kepada dunia, bahwa Bali bisa," jelasnya.

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya