Anggota Paguyuban Pariwisata Bali Diminta Bikin Betah Wisatawan

Oleh: Ema Sukarelawanto 28 September 2018 | 16:58 WIB
Anggota Paguyuban Pariwisata Bali Diminta Bikin Betah Wisatawan
Tiga anggota Paguyuban Sekar Jepun memberikan layanan jasa pijat kepada wisatawan di Pantai Nusa Dua, Jumat (28/9/2018)/Ema Sukarelawanto

Bisnis.com, NUSA DUA--Anggota paguyuban pariwisata diharapkan bisa membuat betah wisatawan melalui jasa layanan yang diberikan.

Managing Director The Nusa Dua, Indonesia Turism Development Corporation (ITDC) I Wayan Karioka menyampaikan hal saat penutupan pelatihan peningkatan hospitalitas dan layanan terbaik, Jumat (28/9/2018).

Pelatihan dua hari itu diikuti ratusan anggota dari 8 paguyuban pariwisata yang diselenggarakan menjelang Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group.

Menurut Karioka kesuksesan pertemuan internasional tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga diperlukan keterlibatan para anggota paguyugan pariwisata di sekitar lokasi pertemuan.

“Para anggota paguyuban inilah yang intens melakukan interaksi dengan delegasi IMF-World Bank maupun wisatawan umum,” katanya, saat , Kamis (27/9/2018).

Di kawasan pariwisata The Nusa Dua yang dikelola ITDC terdapat delapan paguyuban dengan ratusan anggota yang memberikan jasa pijat, manicure, pedicure, sewa jukung, dan berbagai atraksi di pantai.

Kedelapan paguyuban tersebut adalah Merta Segara (Pantai Ayodya), KUD Mertha Segara (Pantai Samuh), KUD Yasa Segara (Pantai Mengiat), Sekar Sari (Pantai Melia), Paguyuban Peninsula (Pantai Grand Hyatt), Sekar Nusa Dua (Pantai Golf), Sekar Jepun (Pantai Sofitel/Nusa Dua Beach), dan Paguyuban Sekar Sandat (Pantai Club Med).

Kata Karioka pelayanan yang diberikan anggota paguyuban menjadi salah satu faktor penentu wisatawan mempertimbangkan lama tinggal maupun datang kembali ke kawasan Nusa Dua.

Ia menyebut kedatangan wisatawan yang berulang kali kembali ke Nusa Dua sangat penting, karena menjadi tolok ukur pelayanan yang telah diberikan oleh pelaku pariwisata, termasuk anggota paguyuban.

Karioka menjelaskan ada sejumlah wisatawan yang puluhan kali datang ke Nusa Dua, sejak sendirian hingga mempunyai istri, dan kini mengajak anak-cucu.

Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group berlangsung 8-14 Oktober mendatang diperkirakan dihadiri 19.000 delegasi dan pendukung yang tinggal langsung di The Nusa Dua maupun di luar kawasan hingga ke Tanjungbenoa, Sanur, Kuta, Legian, dan Seminyak.

Kepala Dinas Pariwisata Badung Made Badra mengatakan telah menyiapkan seluruh potensi wisata di kabupaten tersebut jika sewaktu-waktu delegasi ingin berkunjung.

“Kami siapkan mulai dari wisata pantai, budaya, dan pertanian hingga ke desa wisata, termasuk penanganan transportasi dan hospitalitas lainnya,” ujarnya.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya