Pertemuan Tahunan IMF-World Bank: Ganjil Genap Diprediksi Urai Kemacetan Hingga 90%

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 28 September 2018 | 14:19 WIB
Pertemuan Tahunan IMF-World Bank: Ganjil Genap Diprediksi Urai Kemacetan Hingga 90%
Ilustrasi//ANTAR-Aprillio Akbar

Bisnis.com, MANGUPURA-- Pembatasan lalu lintas ganjil genap di sejumlah ruas jalan di Bali saat pertemuan tahunan IMF-WB 2018 diprediksi mampu mengurangi kemacetan 40% hingga 90%. 

Adapun ruas jalan yang dikenai kebijakan ganjil genap tersebut yakni Jalan By Pass Ngurah Rai atau Simpang Pesanggaran-Nusa Dua, Jalan Raya Uluwatu atau Simpang Kali - Uluwatu, Jalan Kampus Unud atau Simpang Kampus-Politeknik, Jalan Uluwatu II atau Simpang Bali - Simpang Kampus Unud Ngurah Rai, dan Jalan Siligita atau Simpang PDAM- Simpang By Pass Ngurah Rai.

Rencana ini akan diterapkan pada 7 hingg a 16 Oktober 2018 antara pukul 06.00 WITA sampai 09.00 WITA dan pukul 15.00 WITA sampai 19.00 WITA. 

Kepala Dinas Perhubungan Bali I Gusti Ngurah Sudarsana mengatakan kebijakan ganjil genap itu mengikuti keberhasilan saat Asian Games 2018 di Jakarta. Pembatasan lalu lintas ganjil genap diyakini menjadi satu-satunya cara untuk mengurai kemacetan di Bali. 

Sementara, hingga saat ini belum diputuskan secara detil penerapan skema ganjil genap tersebut. 

"Ini salah satu cara mengurangi, kalau delegasi full di Nusa Dua mungkin saja tidak berlaku. Tapi menurut informasi, mereka berpindah-pindah. Itu permasalahannya," kata Ngurah, Jumat (28/9/2018). 

Kata dia, jumlah kendaraan di Bali sudah cukup padat. Apalagi nantinya, delegasi IMF-WB tidak hanya berada di Nusa Dua. Mereka akan mengunjungi wilayah lain di Bali.

Menurutnya, jika kendaraan disetop sementara waktu saat delegasi lewat akan menyusahkan masyarakat. Hal itu bisa saja mengambil waktu hingga 30 menit. Sementara, jika kendaraan dibatasi maka akan mengurangi pendapatan pemerintah Bali.   

Skema ganjil genap dinilai menjadi langkah paling tepat dilakukan pada gelaran IMF-WB 2018. Dalam waktu dekat akan dilakukan uji coba terkait pembatasan lalu lintas ganjil genap ini.

Dia menambahkan, walaupun belum diputuskan, kemungkinan sistem ganjil genap akan diterapkan terus selepas IMF-WB 2018. 

"Kalau menurut pendapat saya untuk pemerintah provinsi Bali pendapatan satu-satunya dari pajak kendaraan, walaupun kami sudah mencari sumber pendapatan lain, kalau setop [dengan melakukan pembatasan kendaraan] itu tentu akan berbahaya bagi pendapatan pemerintah provinsi bali," katanya.

Editor: Saeno

Berita Terkini Lainnya