Pemilu 2019 : Flores Timur Masuk Kerawanan Tinggi

Oleh: Rustam Agus 25 September 2018 | 11:45 WIB
Pemilu 2019 : Flores Timur Masuk Kerawanan Tinggi
Sejumlah peziarah tiba di pelabuhan Larantuka, Flores Timur, NTT, Kamis (13/4)./Antara-Kornelis Kaha

Bisnis.com, KUPANG--Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengumumkan Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, masuk 10 daerah tingkat dua dengan tingkat kerawanan tinggi pada Pemilu 2019.

Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Jemris Fointuna mengatakan untuk provinsi, NTT masuk 15 besar dengan tingkat kerawanan tinggi.

"Khusus Kabupaten Flores Timur masuk 10 besar dengan indeks kerawanan pemilu (IKP) 63,34%," katanya kepada Antara di Kupang, Selasa.

Pengumuman Indeks Kerawanan Pemilu 2019 itu, baru diluncurkan oleh Bawaslu RI pada hari Selasa (25/9) di Jakarta.

Menurut dia, ada beberapa hal yang dinilai dalam penentuan indeks kerawanan pemilu (IKP), seperti sosial politik, kontestasi, dan partisipasi pemilu.

Kabupaten Flores Timur berada di posisi ke-6 dengan skor dimensi konteks sosial politik 48,62%, skor dimensi penyelenggaraan pemilu yang bebas adil 75,99 persen, skor dimensi kontestasi 71,6%, dan skor dimensi partisipasi 57,14%.

Khusus untuk 21 kabupaten/kota lainnya di NTT, kata Jemris, masuk dalam kategori kerawanan sedang.

Jemris menyebutkan 10 kabupaten yang masuk tingkat kerawanan tinggi, yakni Kabupaten Buton, Kabupaten Sarolangun, Memberemo Raya, Flore Timur, Kabupaten Poso, Dongiyai, Toraja, dan Kabupaten Nias Utara.

Sementara itu, 15 provinsi dengan kerawanan di atas rata-rata nasional, yakni Papua Barat, Papua, Maluku Utara, Aceh, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku, Lampung, Sumatera Barat, Jambi, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah.

Menurut Jemris, daerah dengan tingkat kerawanan pemilu tinggi akan diberikan perhatian lebih, terutama dalam pengamanan di lapangan.

"Di NTT tentu akan ada koordinasi dengan aparat kepolisian untuk kepentingan pengamanan," katanya.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya