Produk Unit Link Kian Diminati, jadi Penopang Industri Asuransi

Oleh: Ema Sukarelawanto 24 September 2018 | 17:30 WIB
Produk Unit Link Kian Diminati, jadi Penopang Industri Asuransi
Chief Investment Officer Prudential Indonesia Novi Imelda (tengah) didampingi Manager Strategic Product Management Sheila Widya Nanda (kanan) berbincang dengan Ni Wayan Wati nasabah pertama PRUlink generasi baru di Bali, Senin (24/9/2018)/Bisnis-Ema Sukarelawanto

Bisnis.com, DENPASAR--Produk unit link yang mengabungkan proteksi dan investasi kian diminati masyarakat dan menjadi penopang utama pertumbuhan industri asuransi jiwa.

Novi Imelda, Chief Investment Officer Prudential Indonesia mengatakan pertumbuhan unit link secara nasional sangat signifikan mencapai 50% dan menjadi penggerak asuransi di Indonesia.

“Produk unit link kian dilirik karena kemudahan dan fleksibilitas benefit yang ditawarkan secara bersamaan konsumen bisa memiliki proteksi jiwa dan investasi untuk menata masa depan,:” katanya, Senin (24/9/2018).

Menurut Novi berdasarkan hasil survei, Prudential melihat mayoritas konsumen menekankan kebutuhan mereka untuk mempersiapkan masa pensiun, biaya rumah sakit, pendidikan anak, serta perlindungan sakit kritis sebagai alasan utama dalam memilih produk unit link. 

“Masyarakat perlu memahami betul apa kebutuhan masa depan mereka, rencana keuangan jangka panjang dan toleransi mereka terhadap risiko, serta mempelajari jenis-jenis produk asuransi jiwa mana yang sesuai dengan kebutuhan perlindungan mereka sebelum memilih,” ujarnya. 

Produk unit link dengan ragam manfaat tambahan serta potensi hasil investasi jangka panjangnya dapat menjadi solusi tepat dalam memenuhi kebutuhan di tiap tahapan kehidupan yang berbeda.

Terkait kebutuhan masyarakat terkini tersebut, Prudential meluncurkan unit link terbaru yakni PRUlink generasi baru dan PRUlink syariah generasi baru yang menawarkan fitur-fitur utama yang inovatif dan menjadi unggulan.

Kedua produk baru tersebut diharapkan menambah nasabah yang kini mencapai 2,3 juta dan meningkatkan aset Prudential yang pada akhir 2017 mencapai Rp81 triliun (Rp10 triliun di antaranya syariah) dengan dana kelolaan Rp71 triliun.

Kata dia melalui berbai kegiatan yang dilakukan, Prudential juga berharap ikut meningkatkan tingkat inklusi dan literasi keuangan masyarakat yang berdasarkan survei Otoritas Jasa Keuangan pada 2016 masih rendah.

Ia menyebut tingkat inklusi keuangan di Bali dari hasil survei terakhir OJK mencapai 76% atau melampaui target secara nasional tahun 2019 sebesar 75%. Sedangkan literasi atau pengetahuan menyangkut keuangan di Bali mencapai 37,5%.

Manager Strategic Product Management Prudential Indonesia Sheila  Widya Nanda menjelaskan benefit yang ditawarkan di antaranya PRUbooster investasi, yang pertama kali di pasar yakni nasabah mendapatkan tambahan alokasi investasi setiap tahunnya.

Ada pula PRUbooster proteksi yakni nasabah dapat memilih agar uang pertanggungan meningkat setiap tahun, tanpa perlu pernyataan kesehatan.

“Produk baru ini juga memberikan alokasi investasi terbentuk sejak hari pertama, 2 kali nilai uang pertanggungan jika terjadi meninggal dunia akibat kecelakaan,” katanya.

Selain itu tak ada biaya administrasi jika nasabah memilih menggunakan transaksi elektronik dan autodebit rekening.

Ia menambahkan ragam pilihan manfaat tambahan (riders) termasuk dua rider baru, PRUtotal & permanent disablement dan PRUcritical hospital cover, yang keduanya memiliki opsi konvensional maupun syariah, serta dana investasi sesuai toleransi risiko nasabah. 

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya