Pemkot Mataram Percepat Pembangunan Rumah Singgah Korban Gempa

Oleh: Newswire 24 September 2018 | 15:53 WIB
Pemkot Mataram Percepat Pembangunan Rumah Singgah Korban Gempa
Warga korban gempa membangun rumahnya kembali pascagempa di Dusun Dasan Tengak, Desa Teniga, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, NTB, Selasa (21/8). Memasuki minggu ketiga pasca gempa di daerah tersebut warga mulai semangat untuk membangun rumah mereka sendiri./Antara

Bisnis.com, MATARAM – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, membentuk tim untuk mempercepat pembangunan rumah singgah sementara (rusi) bagi korban gempa bumi pada lingkungan yang terdampak masif.

"Dengan keterbatasan personel, tim yang ada kami bagi menjadi tiga yakni untuk pembangunan Rusi di lingkungan Pengempel Indah, Gontoran, dan Jangkuk," kata Wakil Wali Kota Mataram Mohan Roliskana di Mataram pada Senin (24/9/2018).

Dia mengemukakan dari sekitar 500 unit rusi yang akan direalisasikan, saat ini baru terbangun sekitar 40 unit di Pengempel Indah, karena kemampuan tenaga untuk membuat rusi dalam sehari maksimal hanya 10 unit.

Sementara, hujan sudah mulai mengguyur Kota Mataram dan sekitarnya yang artinya warga harus segera menempati hunian yang layak agar tenda yang mereka tempati tidak kemasukan air.

"Beberapa warga yang sudah tinggal di rusi, terbukti tidak mengalami genangan dalam tenda mereka karena fondasi pembangunan rusi sudah ditinggikan, dan rusi bisa dibangun di atas lahan milik warga yang sudah diratakan," ucapnya.

Oleh karena itu, warga yang sebelumnya enggan dibangunkan rusi karena takut akan kehilangan hak mendapatkan bantuan untuk rumah indah sederhana aman (RISA), sekarang juga mau dibangunkan rusi.

"Tadinya ada sebagian warga menolak menempati rusi yang telah dibangun, karena takut kehilangan jatah bantuan RISA, tetapi setelah kita jelaskan dan mereka melihat spesifikasi pembangunan rusi mereka tertarik dan mau dibangunkan segera," katanya.

Oleh karena itu, untuk mempercepat proses pembanguan rusi sebelum musim hujan datang, besok tiga tim yang telah dibentuk mulai menyebar pada lingkunagn yang terdampak masif sesuai dengan kesepakatan.

Menurutnya, anggaran pembangunan rusi bersumber dari para donatur dengan ketentuan satu unit memerlukan sekitar Rp1,8 juta. Bangunan rusi menggunakan rangka baja ringan dan terpal berkualitas yang diprediksi bisa bertahan 3 hingga 4 bulan ke depan sambil menunggu pencairan dana RISA.

"Dengan adanya bantuan dari para donatur, Pemkot Mataram urung menggunakan anggaran pemerintah daerah. Alhamdulillah, banyak yang peduli, sehingga pembangunan rusi sepenuhnya dibiayai donatur," kata Mohan.

Sumber : Antara

Editor: M. Syahran W. Lubis

Berita Terkini Lainnya