Usai IMF-WB 2018, Pertumbuhan Ekonomi Bali Diproyeksi Capai 6,54% Per Tahun

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 22 September 2018 | 15:53 WIB
Usai IMF-WB 2018, Pertumbuhan Ekonomi Bali Diproyeksi Capai 6,54% Per Tahun
Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan (kedua kanan) meresmikan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Sabtu (22/9)./JIBI-Ni Putu Eka Wiratmini

Bisnis.com, KUTA -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan optimistis ekonomi Bali bakal tumbuh 6,54% per tahun, dari sebelumnya tumbuh 5,9% per tahun, usai digelarnya IMF-World Bank Annual Meeting 2018.
 
Dia mengatakan akan ada 32.700 lapangan kerja baru yang tercipta. Selain itu, pendapatan daerah juga akan bertambah Rp1,4 triliun.

Kondisi tersebut dipandang bakal membuat Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan pariwisata di Pulau Dewata semakin berkembang. 

Luhut mengklaim optimisme ini didasarkan pada kajian dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). 

"Apalagi, tahun depan kita menargetkan kedatangan 25 juta wisatawan mancanegara (wisman). Bali ini salah satu destinasi pariwisata yang bagus," ujarnya di Kuta, Sabtu (22/9/2018).

Pemerintah juga akan mengupayakan Bali untuk menjadi hub yang menghubungkan sejumlah destinasi pariwisata lain di Indonesia, seperti Mandalika, Labuan Bajo, dan Banyuwangi. Untuk siap menerima kedatangan wisatawan yang jumlahnya terus meningkat, diperlukan peningkatan infrastruktur di provinsi ini.
 
"Kita jangan hanya menerima dari Singapura, kita harus bisa membuat Bali menjadi hub turis di daerah sini," tegas Luhut.

Pelebaran apron Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai seluas 40 hektare (ha) akan membuat Bali mampu menampung kedatangan 37 juta-39 juta wisatawan per tahun. Kondisi ini bisa saja menjadikan lalu lintas Bali macet total. 
 
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman mengaku tengah memikirkan solusi atau infrastruktur yang tepat untuk menghadapi makin tingginya kunjungan wisatawan. Pilihan infrastruktur tersebut bisa berupa bandara di Bali Utara maupun pembuatan tol menuju Bali Utara agar pariwisata juga berkembang di daerah tersebut. 
 
"Kami minta World Bank dan Universitas Udayana untuk membuat studi komprehensif. Jadi, membuat apakah melalui laut atau apa, nantinya juga jalan tol Bali Utara dan bandara di Bali Utara semua harus dibuat, itu hanya soal waktu," pungkasnya.

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya