Garap Ide hingga Promosi, Ini Kiat Sukses Menggelar Festival

Oleh: Ema Sukarelawanto 21 September 2018 | 15:50 WIB
Garap Ide hingga Promosi, Ini Kiat Sukses Menggelar Festival
Suasana Talk Show Bisnis Berbasis Ide Kreatif, Jumat (21/9/2018)/Bisnis-Ema Sukarelawanto

Bisnis.com, DENPASAR—Pemberdayaan warga dan komunitas merupakan bagian dari sukses penyelenggaraan agenda tahunan Sanur Village Festival hingga ke-13 kali pada 2018 ini.

Founder Sanur Village Festival Ida Bagus Gede Sidharta Putra mengatakan keterlibatan warga desa beserta seluruh komunitas dan potensi yang ada di desa pinggir pantai tersebut telah mengantar keberhasilan festival desa dengan sentuhan internasional tersebut.

“Elemen utama pendukung festival ini adalah masyarakat, industri, dan pemerintah, yang membuat kegiatan ini bisa eksis dan berkelanjutan,” katanya dalam Talk Show Bisnis Berbasis Ide Kreatif yang diselenggarakan Bali Creativepreneur, Jumat (21/9/2018).

Menurut Sidharta festival ini diselenggarakan Yayasan Pembangunan Sanur, sebuah lembaga pemberdayaan masyarakat yang menaungi banjar dan desa di kawasan Sanur.

Kesadaran warga yang ikut memiliki festival ini merupakan modal utama, selain dukungan dari industri pariwisata setempat dan pemerintah.

Ia pun menjelaskan tahapan yang menjadi kunci sukses festival ini yakni penggodokan konsep ide yang kuat, disusul menyusun tim kerja yang efektif dan efisien, serta keterampilan dalam manajemen kegiatan.

“Selanjutnya, kami memutar otak untuk mendapatkan dukungan finansial, memanfaatkan networking yang kami miliki, dan yang takah kalah penting adalah menggunakan media promosi yang tepat,” kata Sidharta yang akrab disapa Gusde.

Sanur Village Festival yang digagas pascatragedi bom Bali 2005 ini awalnya untuk membangkitkan kepariwisataan Sanur yang terpuruk hingga titik terendah, kini telah meluas dari tujuan semula.

Sejak digelar pertama pada 2006 festival ini tidak hanya menciptakan keramaian, tetapi juga memunculkan inovasi dan kreativitas warga di berbagai bidang, mulai seni, hiburan, kuliner, hingga produk usaha mikro, kecil, dan menengah.

Selain itu juga merambah kepedulian lingkungan melalui beach clean up, penanaman pohon langka, penghijauan, pelepasan tukik, penanaman terumbu karang, dll. 

“Kami juga tak ketinggalan dalam teknologi digital dengan menghadirkan layanan berbasis internet seperti Gowes dan sebentar lagi Sanur Apps akan kami luncurkan untuk menambah fasilitas dan kemudahan di destinasi wisata ini,” ujar Gusde.

Penyelenggaraan Sanur Village Festival selama lima hari yang sedikitnya memerlukan dana Rp3 miliar ini dikunjungi 100 ribu orang lebih dengan total transaksi sekitar Rp10 miliar.

Tak heran jika Sanur Village Festival yang kini masuk 10 festival terbaik Kementerian Pariwisata telah menginsiprasi berbagai daerah untuk menggelar acara serupa.

Musisi jazz Indra Lesmana mengatakan Sanur –termasuk festivalnya-- merupakan magnet, yang mendorong dirinya memutuskan pindah dan tinggal di Bali. 

Salah satu kekuatan Sanur Village Festival adalah kurasi atau pemilihan yang sangat selektif peserta baik di stan UMKM, kuliner, pengisi acara, dll. 

“Gusde sangat ketat dalam mengkurasi peserta festival yang menjadikan acara ini sangat berkualitas,” ujarnya.

Indra sendiri terlibat dalam pemilihan musisi lokal dan nasional yang selama ini memberi warna di panggung utama yang selalu ditunggu dan menyedot ribuan pengunjung.

Salah satu impian Indra, pada Sanur Village Festival 2019 bisa menghadirkan musisi internasional.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya