Kejar Target 2018, Jamkrindo Bali Nusra Dorong Penjaminan Kredit Non KUR

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 21 September 2018 | 14:13 WIB
Kejar Target 2018, Jamkrindo Bali Nusra Dorong Penjaminan Kredit Non KUR
Karyawan Jamkrindo memberikan penjelasan mengenai produk penjaminan kredit kepada calon nasabah, di Jakarta./JIBI-Dedi Gunawan

Bisnis.com, DENPASAR -- Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) Denpasar yang membawahi wilayah Bali dan Nusa Tenggara (Nusra) mendorong penjaminan kredit non Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Pasalnya, KUR dinilai memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap aktivitas kebencanaan. 

Pemimpin Wilayah Kantor Wilayah (Kanwil) VII Jamkrindo Denpasar Sugiyono mengungkapkan profit Jamkrindo Bali Nusra turut terdampak peningkatan aktivitas Gunung Agung pada akhir 2017. Akibatnya, realisasi profit hanya 90% dari target.

Kondisi ini terulang pada Agustus 2018 ketika serangkaian gempa mendera wilayah Lombok dan sekitarnya. Hal itu membuat volume penjaminan baru mencapai 50%. 

Padahal, biasanya hingga September, realisasi penjaminan sudah mencapai 75%.

Per 31 Agustus 2018, realisasi penjaminan KUR Jamkrindo Bali Nusra sudah menyentuh Rp2,3 triliun atau 58% dari target Rp3,9 triliun. Sementara itu, penjaminan kredit non KUR tercatat sebesar Rp2,8 triliun atau 51% dari target yang senilai Rp5,4 triliun.

Oleh karena itu, sekarang Jamkrindo Bali Nusra mendorong penjaminan untuk kredit non KUR, khususnya yang berkaitan dengan proyek-proyek strategis di wilayah yang menggunakan APBN maupun APBD. Misalnya, pembangunan Bendungan Titab di Bali, pembangunan rumah dinas bupati, hingga proyek rumah sakit.

"Tahun ini, kami optimistis volume penjaminan mencapai target walaupun ada kondisi bencana gempa lombok dan Gunung Agung yang masih siaga. Walaupun sekarang belum 75%, kami tetap kejar dengan kredit non KUR karena kalau mengejar kredit KUR, perbankan juga belum tercapai targetnya. Secara nasional, realisasi penyaluran KUR hingga Agustus 2018 baru 70%," paparnya kepada Bisnis, Jumat (21/9/2018).

Sugiyono mengungkapkan meski banyak pembangunan proyek strategis di Bali, tapi penjaminan kredit non KUR di provinsi itu tidak terlalu besar, yakni sekitar 40%. Justru, wilayah dengan penjaminan kredit non KUR terbesar adalah Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan porsi 60%. 

"Di sini [Bali] memang banyak pembangunan tapi persaingan untuk penjaminan kredit proyek juga banyak. Kalau di Kupang kami masih dominan karena jarang perusahan asuransi membuka cabang di sana," terangnya.

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya