Sepanjang 2017, Jamkrindo Bali Nusra Penuhi Target Penjaminan Kredit Rp3,4 Triliun

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 21 September 2018 | 13:56 WIB
Sepanjang 2017, Jamkrindo Bali Nusra Penuhi Target Penjaminan Kredit Rp3,4 Triliun
Karyawan Jamkrindo memberikan penjelasan mengenai produk penjaminan kredit kepada calon nasabah, di Jakarta./JIBI-Dedi Gunawan

Bisnis.com, DENPASAR -- Realisasi volume penjaminan kredit Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) wilayah Bali dan Nusa Tenggara (Nusra) pada 2017 mampu mencapai target Rp3,4 triliun, walaupun Bali sempat terganggu aktivitas Gunung Agung. 
 
Pemimpin Wilayah Kantor Wilayah (Kanwil) VII Jamkrindo Denpasar Sugiyono mengatakan capaian penjaminan untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah sebesar Rp1,8 triliun dan non KUR senilai Rp1,6 triliun, sepanjang 2017.

Realisasinya diyakini bakal lebih tinggi jika tidak ada peningkatan aktivitas Gunung Agung seperti yang terjadi tahun lalu.

"Aktivitas Gunung Agung pada akhir 2017 memberikan dampak signifikan pada bisnis kami, semuanya terdampak. Apalagi, Bali yang konsentrasi bisnisnya di sektor pariwisata, dengan [ada peningkatan aktivitas] Gunung Agung pariwisata jadi lesu, industri pendukung pariwisata pun juga lesu," paparnya kepada Bisnis, Jumat (21/9/2018).
 
Hal ini pun berdampak pada profit Jamkrindo yang hanya mencapai 90% dari target. Sugiyono melanjutkan tidak terpenuhinya target laba juga disebabkan adanya penyesuaian tarif akibat persaingan dengan usaha sejenis yang mempengaruhi total pendapatan. 

Setelah aktivitas Gunung Agung mereda, Jamkrindo juga dihadapkan pada gempa Lombok. Akibatnya, capaian volume penjaminan baru menyentuh 50% pada September 2018. Padahal, biasanya realisasi per September sudah mencapai 75%.

Meski demikian, Jamkrindo optimistis penjaminan kredit tahun ini bakal mencapai target. Keyakinan tersebut didukung oleh realisasi laba yang sudah memenuhi target.

Per 31 Agustus 2018, realisasi penjaminan KUR Jamkrindo Bali Nusra sudah menyentuh Rp2,3 triliun atau 58% dari target Rp3,9 triliun. Sementara itu, penjaminan kredit non KUR tercatat sebesar Rp2,8 triliun atau 51% dari target yang senilai Rp5,4 triliun.

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya