Arkeolog Universitas Udayana Pamerkan 51 Artefak Hasil Temuan

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 21 September 2018 | 20:04 WIB
Arkeolog Universitas Udayana Pamerkan 51 Artefak Hasil Temuan
Pengunjung mengamati artefak hasil temuan di Perairan Indonesia/Ni Putu Eka Wiratmini

Bisnis.com, DENPASAR -- Arkeolog Universitas Udayana memamerkan 51 artefak hasil temuan di perairan Indonesia untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terutama anak-anak sekolah mengenai sejarah dan Budaya Indonesia. 

Dosen Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Kristiawan mengatakan selama ini banyak sekali temuan arkeologi bahwa air yang terabaikan. Dia pun mengharapkan dengan mengenalkan penemuan arkelogi ini ke masyaarakat akan makin banyak yang peduli dengan sejarah Bangsa.

Adapun pameran maritim dari arkeolog Universitas Udayana ini akan diadakan mulai Jumat (21/9/2018) sampai Senin (24/9/2018) di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana. Ditarget selama acara akan didatangi hingga 1.000 pengunjung.

Kata dia, Universitas Udayana telah melakukan penelitian bawah air sejak 5 tahun lalu. Namun, kebanyakan dari penelitian itu hanya berakhir di laboratorium maupun karya tulis belaka.

Pameran pun sengaja menggunakan dukungan media multimedia mulai dari video hingga gambar, selain koleksi artefak, untuk memberikan pemahaman lebih ke pengunjung.

"Hari ini yang kita pamerkan beberapa lokasi temuan perairan Cirebon dan Buleleng dan metode penyampaian kita sengaja menggunakan teknologi multimedia sebagai alternatif media," katanya, Jumat (21/9/2018).

Dia memerinci, pameran kali ini menampilkan mulai dari video lengkap dengan penjelasan habitat bawah air, relief borobudur, replika perahu bercadik, etnografi leviathan lamalera, etnografi matitim, hingga artfeak keramik hasil pengangkatan kapal tenggelam di perairan Indonesia. 

Secara keseluruhan, pameran menampilkan artefak hingga relief abad ke-8. Pada masa itu, maritim Indonesia memang sedang berkembang pesat. 

"Relief borobudur kita pilih karena ada perahu bercadik, jadi reliefnya ini abad ke-8 dan semuanya sengaja kita angkat karena merupakan awal masa klasik di mana maritim sedang berkembang," katanya.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya