Tingkatkan Produksi Beras, Bali Andalkan Padi Hibrida

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 20 September 2018 | 17:02 WIB

Bisnis.com, DENPASAR – Dinas Ketahanan Pangan Bali mendorong penanaman padi hibrida untuk meningkatkan produksi beras lantaran alih fungsi lahan di Pulau Dewata yang terus meningkat hingga 900 hektar per tahun.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Bali I Wayan Mardiana mengatakan pada kondisi 2015 lalu, alih fungsi lahan di Pulau Dewata hanya 625 hektar per tahun. Namun sejak 2017, alih fungsi lahan meningkat menjadi 900 hektar. Kondisi ini tentu akan berpengaruh pada produksi beras di Bali.

Walaupun dia mengakui saat ini beras di Bali masih surplus 54.207 ton per tahun dengan produksi selama setahun 470.151 ton beras dan kebutuhan hanya 415.944 ton pada periode yang sama.

Menurutnya, menanam padi hibrida bisa menjadi solusi lantaran mampu menghasilkan 9 ton gabah kering per hektar. Padi jenis biasa hanya mampu menghasilkan 6 ton gabah kering per hektar.

"Kalau meningkatkan areal tanam tentu sudah tidak bisa, karena tingginya permintaan rumah dan industri pariwisata," katanya kepada Bisnis, Kamis (20/9/2018).

Menurut dia, pihaknya juga akan menggencarkan adanya daerah penyangga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Bali akan beras. Seperti Denpasar yang kebutuhan berasnya disangga oleh kabupaten lain seperti Tabanan dan Badung. 

Mardiana mengatakan jika nantinya masing-masing daerah di Bali sudah menurun produksi berasnya, pihaknya akan menjadikan Jawa dan NTB sebagai daerah penyangga. 

Selain, pihaknya juga mendorong masyarakat untuk beralih dari mengonsumsi beras ke jagung maupun umbi-umbian lainnya.

"Kemungkinan nantinya produksi beras sangat turun kan 15 tahun lagi akibat alih fungsi lahan, sementara jumlah penduduk terus bertambah," katanya.

Editor: Sutarno

Berita Terkini Lainnya