Wisata Hiu Paus Dorong Pengembangan Destinasi Prioritas di NTB

Oleh: Ema Sukarelawanto 18 September 2018 | 16:18 WIB
Wisata Hiu Paus Dorong Pengembangan Destinasi Prioritas di NTB
Hiu Paus (Shark Whale) yang berenang mencari makan di Desa Botu Barani, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Rabu (6/4/2016)./Antara

Bisnis.com, DENPASAR -- Wisata hiu paus berbasis masyarakat di Desa Labuhan Jambu, Kabupaten Sumbawa diupayakan mendorong Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai salah satu destinasi wisata prioritas nasional.
 
Kepala Desa Labuhan Jambu Musykil Hartsah mengatakan wisata hiu paus yang dikelola masyarakat di daerahnya diharapkan bisa mandiri agar keuntungan yang didapat langsung dirasakan oleh warga.
 
“Kami bersama dengan Conservation International (CI) Indonesia mengidentifikasi, mengembangkan potensi, dan meningkatkan kapasitas masyarakat yang dimiliki oleh desa untuk mengelola wisata hiu paus,” paparnya dalam keterangan resmi, Selasa (18/9/2018).
 
Wisata hiu paus pertama di Indonesia ini diluncurkan untuk mendukung acara Sail Moyo-Tambora 2018 yang digelar pada 9-23 September 2018, sekaligus sebagai promosi pariwisata Sumbawa. 
 
Berdasarkan data yang dihimpun CI Indonesia, Teluk Saleh kerap didatangi hiu paus karena berasosiasi dengan bagan untuk mendapatkan masin atau ikan puri sebagai makanannya. 
 
Pada September 2017-Agustus 2018, teridentifikasi 49 individu hiu paus. Berdasarkan temuan ilmiah ini, CI Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Desa Labuhan Jambu dan masyarakat setempat dalam mempersiapkan dan merencanakan pengembangan potensi wisata hiu paus yang berkelanjutan. 
 
Melalui survei persepsi masyarakat, pemetaan partisipatif dan forum diskusi terpadu, proses persiapan menghasilkan wisata pengelolaan berbasis masyarakat yang dimulai dengan kegiatan perencanaan untuk pengelolaan dan penyedia jasa penginapan, pemandu wisata, transportasi darat, laut, kuliner, dan produk lokal.
 
Wisata hiu paus adalah kegiatan rekreasi menyaksikan hiu paus di habitatnya dengan variasi kegiatan pengamatan dari kapal, berenang atau snorkeling, dan menyelam bersama hiu paus. Wisata hiu paus merupakan wisata minat khusus yang bermuatan edukasi tentang konservasi biota lau  dan budaya masyarakat terkait hiu paus dan bagan. 
 
Wakil Bupati Sumbawa H. Mahmud Abdullah menyambut baik inisiatif ini yang diyakini akan membawa manfaat positif bagi kabupaten tersebut. Potensi ekowisata dari kekayaan alam Samota (Teluk Saleh, Pulau Moyo, dan Gunung Tambora) ditegaskan harus terus dilindungi untuk generasi mendatang. 
 
“Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa mendukung inisitif masyarakat agar tujuan konservasi yang dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan akan tercapai,” ujarnya.
 
Senior Marine Program Director International (CI) Indonesia Victor Nikijuluw menerangkan dukungan penguatan pengelolaan wisata hiu paus berbasis masyarakat merupakan bagian dari strategi besar program konservasi kelautan di bentang laut Sunda hingga Banda. 
 
“Kami berharap kegiatan ini memberikan bukti manfaat nyata konservasi bagi kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi suatu wilayah,” jelasnya.
 
Terkait pelestarian hiu paus dan pengembangan wisata hiu paus yang berkelanjutan di Desa Labuhan Jambu, CI Indonesia melakukan pendampingan masyarakat dalam mewujudkan keuntungan ekonomi dan konservasi yang berjalan secara sinergis untuk jangka panjang. 
 

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya