IMF-WB 2018 di Bali, PT Dyandra Media International Optimistis Sales Naik 6,7%

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 13 September 2018 | 17:23 WIB

Bisnis.com, DENPASAR --- PT Dyandra Media International Tbk menargetkan peningkatan sales sebesar 6,7% hingga akhir 2018 dibanding tahun lalu dengan gross profit mencapai 23,61% lantaran makin banyaknya event internasional yang diadakan di Indonesia salah satunya gelaran IMF- WB 2018. 

Dari sisi operating profit, PT Dyandra Media International Tbk juga menarget peningkatan 1.050% dengan net profit naik 188% pada akhir 2018 dibanding tahun lalu. 

Direktur PT Dyandra Media International Tbk (PT DMI Tbk) Sri Mulyani mengatakan gelaran IMF-WB 2018 menyumbang hampir 25% pendapatan dari penjualan venue atau ruang konvensi dan pameran milik perusahaannya.

Adapun PT Dyandra Media Internasional bergerak di segmen Meetings, Incentives, Conference, and Exhibitions (MICE) meliputi penyelenggaraan pameran, penunjang acara dan pameran, ruang konvensi dan pemeran serta Segmen hotel.

Khusus pada gelaran IMF-WB 2018, ada 2 hotel dibawah PT Dyandra Media International Tbk yang akan ditinggali para delegasi yakni Hotel Santika Siligita Bali dan Hotel Amaris Pratama Bali. Dua hotel ini pun sudah dipesan penuh oleh para delegasi.

Sementara, satu property milik perusahaan ini lainnya yakni Bali Nusa Dua Convention Center juga akan menjadi venue utama penyelenggaran IMF-WB 2018.

Kata dia, semua persiapan untuk gelaran IMF-WB 2018 pun sudah menyentuh 98%. Bahkan, keamanan tiga lokasi tersebut pun sudah terjamin, termasuk dari bencana gempa bumi.

"Event IMF khususnya dengan pendapatan dari venue cukup signifikan, sumbangannya hampir 25% dari pendapatan total kita dari venue," katanya dalam Publuc Expose di Denpasar, Kamis (13/9/2018).

Kata dia, selama 2018, ada beberapa event yang telah digelar sukses oleh PT DMI Tbk. Seperti Indonesia International Furniture Expo pada April 2018 lalu, Indonesia International Motor Show 2018 juga pada April 2018 lalu, dan event Indonesian Petroleum Association Convention and Exibition pqda Mei 2018 lalu.

PT DMI Tbk pada 2018 juga menjadi tuan rumah beberapa event besar seperti David Foster Concert, Mitsubishi Gathering, dan Round Table Wedding Reception yang digelar di propertinya yakni Dyandra Convention Center Surabaya.

Selain itu, property lainnya yakni Bali Nusa Dua Convention Centre juga menaungi berbagai acara seperti Indonesia-Africa Forum, Food and Hotel Tourism Exibition Bali, dan Social and Behaviour Change Communication (SBCC) Summit 2018.

Sementara, pada Oktober 2018 mendatang, Bali Nusa Dua Convention Center juga akan menjadi tuan rumah the Annual Meetings of The IMF and the World Bank Group (WBG). 

"Kondisi ini berbeda dengan 2017 lalu yang pendapatan dari venue menurun karena aktivitas Gunung Agung membuat banyaknya yang membatalkan kunjungan ke properti kami ataupun berpindah ke lokasi ke Jakarta," katanya. 

Selain itu, PT DMI Tbk juga mendorong penjualan bisnis di segemen entertainment. Adapaun selama 2018 PT FMI Tbk berpartisipasi dalam kegiatan entertainment event dan band activation seperti Konser INCUBUS Live in Jakarta, Disney on Ice 2018, MARKAS (Market x Komunitas), Mitsubishi Xpander Export Ceremony, BRI Sunday Fest 2018, dan Samsung Dealer Gathering. 

 "Pameran sudah sering kami lakukan, saat ini kami ingin menarget kaum milenial dengan mendorong pendapatan dari segmen entertainment," katanya.

 Dia memerinci, kinerja operasional perseroan selama Semester I/2018 mengalami peningkatan yang cukup baik dilihat dari sales, terjadi peningkatan 14,66% pada Semester I/2018 dibanding periode sama tahun lalu.

Sementara, gross profit pada Semester 1/2018 tunbuh 19,47% dibanding periode sama tahun lalu. Kemudian, pada Semester I/2018 operating profit tumbuh 250% dengan net profit meningkat 200% dari periode sama tahun lalu. 

"Pendapatan ini secara keseluruhan merupakan hasil kontribusi dari setiap unit bisnis, dengan bisnis event and exibition organizer business yang berkontribusi 67%, supporting event business 13%, venue owner and hall management business 12%, dan hotel atau property onwned business berkontribsui sebesar 8%," katanya. 

 

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya