Alami Keretakan, Patung Dewa Ruci di Bali Mulai Dipoles

Oleh: Ema Sukarelawanto 10 September 2018 | 19:32 WIB

Bisnis.com, MANGUPURA--Menjelang Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group, Patung Dewa Ruci yang mengalami kesukaan kecil mulai awal pekan ini dipoles dan diperbaiki.

Pada patung Dewa Ruci yang menjadi ikon di kawasan ramai yang dikenal dengan "simpang siur" itu terdapat 34 titik kerusakan. Di seluruh patung ada 23 retakan kecil, 8 retakan sedang dan 3 retakan keras dan berlubang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung Putu Eka Merthawan mengatakan melibatkan sejumlah seniman patung untuk melakukan perbaikan .

Perbaikan di antaranya menggunakan semen putih yang dioleskan pada bagian yang retak maupun rusak dengan teknik tertentu dengan perekatan agar kuat.

"Kami mengajak lima seniman patung dan sejumlah tukang untuk melakukan pekerjaan perbaikan patung ini," katanya, Senin (10/9/2018).

Menurut Merthawan meskipun sudah menggunakan steger atau tangga, pengerjaan perbaikan tersebut menemui sejumlah kesulitan. Seperti kondisi angin kencang, terik matahari yang sangat panas, dan juga objek patung bagian atas yang tidak bisa diinjak karena tidak mampu menopang beban terlalu berat.

"Pengerjaannya harus ekstra hati-hati, karena patungnya licin dan tidak mampu menopang beban terlalu berat. Bila bagian patung diinjak, takutnya akan tambah jebol," ujarnya.

Dana perbaikan patung ini, menurutnya berasal dari dana corporate social responsibility (CSR) dari pihak swasta. Meski dananya dari pihak swasta, namun mutu pekerjaanya juga diharapkan bagus.

Untuk itu, pihaknya juga akan melakukan pengawasan setiap harinya. "Kami target, perbaikan ini rampung dalam waktu dua pekan," katanya.

Dijelaskan, untuk lingkup pengerjaanya pada bagian yang mengalami retak akan dipoles. Sedangkan, bagian yang jebol dilakulan penambalan. Setelah perbaikan secara keseluruhan rampung akan dicat ulang. "Pengecatan sesuai warna, mana untuk kain, mana yang harus diberi warna prada," ujarnya.

Sebelum perbaikan, telah dilakukan pengecekan melalui udara dengan kamera drone untuk mengetahui lebih detail kerusakan yang terjadi. Pengecekan tersebut juga untuk mempermudah saat perbaikaan.

Patung setinggi 23 meter ini memang rawan mengalami keretakan. Karena postur patung yang menjulang tinggi. Sehingga sangat berpengaruh terhadap getaran, misalnya adanya gempa.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya