Koperasi Kerta Semaya Bali Kembali Ekspor Kakao Fermentasi ke Prancis & Jepang

Oleh: Feri Kristianto 06 September 2018 | 12:55 WIB
Koperasi Kerta Semaya Bali Kembali Ekspor Kakao Fermentasi ke Prancis & Jepang
Pelepasan ekspo biji kakao fermentasi dari Jembrana/Istimewa
Bisnis.com, NEGARA--Petani kakao Jembrana yang tergabung dalam Koperasi Kerta Semaya Samaniya kembali mengekspor biji kakao fermentasi ke buyer Jepang dan Prancis serta sejumlah buyer dalam negeri.
 
Total ada 11 ton biji kakao fermentasi dikirimkan ke Valrhona Prancis, AKP organic Jepang dan buyer dalam negeri yakni Cau chocolate, POD dan Bali Chocolate Factory.
Selama 2017, koperasi ini sudah menjual sebanyak 57 ton biji kakao fermentasi ke sejumlah pembeli.
 
Ketua Koperasi Kerta Semaya Samaniya (KSS) Ketut Wiadyana menyatakan permintaan biji kakao fermentasi Jembrana terus meningkat.
Karena alasan keterbatasan kapasitas produksi, anggotanya tidak bisa memenuhi.
 
"Sebenarnya di luar lima buyers ini, masih ada banyak minta ke kami. Terpaksa ditolak karena tidak bisa dipenuhi, buyer dari Jepang sampai minta berapapun ada," tuturnya usai acara pengiriman, Kamis (6/9/2018).
 
Dia menjelaskan kapasitas produksi biji kakao fermentasi anggotanya hanya 65 ton per tahun. Adapun permintaan dari buyer seperti bisa lebih besar dari kapasitas produksi tahunan.
Seperti Cau chocolate meminta hingga 50 ton pada tahun ini, Valrhona mencapai 17,5 ton dan POD hingga 1,5 ton per bulan.
 
Biji kakao fermentasi Jembrana diminati karena kualitasnya tinggi.
Tingkat kandungan air minimal 6% atau tidak jauh dari kandungan air kakao dari Ghana dan Pantai Gading yang merupakan eksportir kakao terbesar di dunia.
 
Sementara itu, Direktur Yayasan Kalimajari I Gusti Agung Widiastuti selaku pendamping petani menuturkan masa kelam kakao Jembrana sudah lewat.
Dia menegaskan pengiriman ekspor ini bentuk nyata bahwa pasar fermentasi premium itu ada dan nyata. 
 
"Pasat premium ada dan nyata hadir untuk petani. Karena hal ini yang diragukan oleh banyak pihak bahwa tidak ada peluang pasar untuk biji kakao fermentasi," jelasnya.
 
Widi menekankan momen ini sebagai pembuktian tidak ada yang tidak mungkin untuk membangun jika sinergi dan kolaborasi sebagai pondasi program.
Dia menekankan dukungan dari buyer melalui proses pembelian berkelanjutan merupakan kontribusi besar terhadap program Kakao Lestari.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya