2018, Wisman ke Jatiluwih Capai 1.800 Kunjungan Per Hari

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 05 September 2018 | 16:25 WIB
2018, Wisman ke Jatiluwih Capai 1.800 Kunjungan Per Hari
Panorama Jatiluwih, Tabanan, Bali./jatiluwih.id

Bisnis.com, DENPASAR – Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berlibur ke Jatiluwih mulai normal yakni mencapai 1.800 kunjungan per harinya pasca aktivitas Gunung Agung.

 

Ketua Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih I Nengah Sutirtayasa mengatakan aktivitas Gunung Agung sempat membuat penurunan kunjungan wisata hingga 80%. Lantaran hal itu, pada 2018 ini, pihaknya tidak berani menarget kunjungan wisatawan terlalu banyak.

 

Adapun pada 2017, realisasi kedatangan wisata Jatiluwih hanya sebanyak 250.000 kunjungan dengan 80% wisatawan mancanegara (wisman) dan 20% wisatawan domestik (wisdom). Adapun sebagian besar atau sebanyak 60% wisman yang datang ke Jatiluwih merupakan kebangsaan Eropa.

 

Wisdom sendiri baru banyak mengunjungi Jatiluwih pada akhir minggu yakni dengan kisaran 40-50% dari total wisatawan.

 

Sementara, walaupun sudah mulai normal, pihaknya pun belum berani menarget peningkatan kunjungan. Hingga akhir 2018 pun, kunjungan wisatawan hanya ditargetkan 250.000 kedatangan saja atau sama dengan realisasi 2017 lalu.

 

“Karena kondisi 2017 yang ada aktivitas Gunung Agung, hingga akhir tahun ini kita tidak berani menarget peningkatan kunjungan,” katanya, Rabu (5/9/2018).

 

Kata dia, sejak diatur manajemen pada 2014, kunjungan wisata ke Jatiluwih meningkat 20-30% tiap tahunnya. Hanya pada 2017 saja kunjungan menurun lantaran aktivitas Gunung

 

Dia mengharapkan dengan adanya Jatiluwih Festival, kunjungan wisata akan semakin meningkat. Apalagi, pada Jatiluwih Festival 2018, pihaknya tidak hanya akan mengunggulkan pemandangan sawah berundak saja, melainkan potensi lokal lainnya. Potensi lokal tersebut yakni beras merah dan kerajinan bambu.

 

“Dari dulu yang Jatiluwih jual selain pemandangan sawah adalah trekking dan bersepeda keliling serta aktivitas persawahan, sekarang kita akan dorong potensi bambu dan beras merahnya,” katanya.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya