Kunjungan Turis AS ke Bali Naik Signifikan

Oleh: Feri Kristianto 04 September 2018 | 14:14 WIB
Kunjungan Turis AS ke Bali Naik Signifikan
Wisatawan menikmati suasana matahari terbenam di Pantai Kuta, Bali, Selasa (20/3/2018)./JIBI-Rachman

Bisnis.com, DENPASAR — Tingkat kunjungan wisatawan mancanegara asal AS ke Bali mengalami peningkatan signifikan di tengah menguatnya nilai tukar dolar AS terhadap rupiah.
 
Pada periode Januari-Juli 2018, sebanyak 138.190 orang turis asal AS datang ke Bali atau naik 17,25% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 117.861 orang. Angka pertumbuhan itu tercatat terbesar kedua setelah turis asal India yang mengalami kenaikan 44,52%.
 
Pintu kedatangan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai masih tetap menjadi jalur masuk utama turis asal negara pimpinan Donald Trump tersebut. Total ada 133.387 orang wisatawan mancanegara (wisman) dari negara tersebut yang masuk lewat bandara, sedangkan melalui Pelabuhan Benoa sebanyak 4.803 orang.
 
Kepala Dinas Pariwisata Bali Anak Agung Gde Yuniartha Putra menyatakan belum mengetahui dengan pasti apakah dampak pelemahan rupiah terhadap dolar AS menjadi pemicu kenaikan. Menurutnya, saat ini merupakan momen tingginya kedatangan wisman ke Pulau Dewata dan kenaikan yang terjadi tidak hanya ditunjukkan turis asal AS.
 
“Tetapi, mungkin saja ada benarnya karena melemahnya rupiah terhadap dolar AS menjadi daya tarik wisman untuk bepergian ke Indonesia,” tutur Yuniartha, Selasa (4/9/2018).
 
Pertumbuhan turis asal AS juga mengalami peningkatan tertinggi jika dihitung secara bulanan. Pada Juli 2018, wisman dari negara adidaya itu tumbuh 20,71% dibandingkan dengan Juli 2017. Angka ini sekaligus menjadi yang tertinggi jika dibandingkan turis dari negara-negara lain.
 
Secara kumulatif, pada periode Januari-Juli 2018, wisman yang datang langsung ke Bali tercatat mencapai 3.517.371 orang. Jumlah ini lebih tinggi 3,35% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebanyak 3.403.335 orang.

Sementara itu, jumlah wisman asal Tiongkok menunjukkan penurunan pada periode dengan penyusutan sebesar 7,56%.
 

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya