Bali Ditarget Menarik Kunjungan 8 Juta Wisman Tahun Depan

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 24 Agustus 2018 | 10:32 WIB
Bali Ditarget Menarik Kunjungan 8 Juta Wisman Tahun Depan
Suasana pembukaan Sanur Village Festival 2018 di Pantai Matahari Terbit, Kamis (23/8/2018) malam. / Ni Putu Eka Wiratmini

Bisnis.com, DENPASAR – Bali diyakini akan mampu memenuhi target kunjungan wisatawan sebanyak 8 juta wisman pada 2019 lantaran capaian Juli 2018 yang mampu menyentuh 635.000 wisman.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan kondisi ini jauh berbeda dengan keadaan awal 2018. Pada Januari 2018, Bali tercatat kedatangan 350.000 wisatawan mancanegara (wisman) atau 70% dari kondisi normal. Sementara, Februari 2018 sebanyak 450.000 wisman atau 90% dari kondisi normal. Pada Maret 2018, tercatat sebanyak 485.000 wisman atau 95% dari kondisi normal.

“Kalau rata-rata normalnya sebanyak 500.000 wisman per bulan, tapi karena pengaruh erupsi Gunung Agung, Januari 2018 baru recover 70%,” katanya, Kamis (23/8/2018) malam.

Sejak April 2018, kunjungan wisatawan ke Bali mulai pulih dengan tercatat sebanyak 516.000 wisman. Kondisi pariwisata di Bali semakin membaik setelah pada Juli 2018 tercatat kedatangan 635.000 wisman atau 21% melebihi kedatangan normal yang sebanyak 500.000 wisman per bulannya.

Kata dia, pihaknya pun optimistis Bali akan mampu mencapai memenuhi target kunjungan 8 juta wisman pada 2019. Adapun pada 2019 nanti, secara nasional, Menpar menarget kunjungan 20 juta wisman dengan Bali mengambil porsi sebanyak 40%.

“Untuk mencapai 8 juta wisman, kita perlu 650.000 wisman per bulan, maka kalau sudah mencapai 630.000 per bulan kita pertahankan,” katanya.

Menurut dia, Bali yang akan kedatangan 15.000 hingga 20.000 delegasi IMF-WB 2018 pada Oktober nanti juga akan sangay diuntungkan untuk semakin menarik kunjungan wisata. Apalagi, rata-rata spending money delegasi tersebut mencapai lebih dari US$2.000 selama di Bali.

“Tahun 2017, Bali mencadi top 20 fstest growing tourism in the world, untuk mencapai target 2017 tersebut setidaknya kita harus tumbuh 21%,” katanya.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya