Seniman Indonesia-Jepang Gelar Pameran Budaya di Bali

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 24 Agustus 2018 | 20:45 WIB
Seniman Indonesia-Jepang Gelar Pameran Budaya di Bali
Pengunjung mengamati lukisan karya seniman Indonesia dan Jepang yang dipamerkan untuk mempengringati 60 tahun hubungan diplomatik kedua negara di Danes Art Veranda, Jumat (24/8). / JIBI/BISNIS/Ni Putu Eka Wiratmini

Bisnis.com, DENPASAR - Ever Media Promotion (EMP) Gallery Japan dan Danes Art Veranda menyelenggarakan pameran seni rupa dengan melibatkan 10 seniman Indonesia dan 53 seniman Jepang untuk menandai hubungan diplomatik kedua negara yang sudah berlangsung selama 60 tahun. 

Chief Executive Officer EMP Gallery Japan Hidemasa Kimura mengatakan pameran ini merupakan yang kedua kalinya diadakan di Bali. Pameran pertama diadakan di Ubud dengan hanya khusus menampilkan karya seniman Jepang. Sementara, pameran kedua kali ini khusus membawakan karya seniman kedua negara. 

Kata dia, total ada 109 karya yang dipamerkan. 10 karya berasal dari Seniman Indonesia, 36 lukisan karya dari Japan Club, 10 lukisan karya dari pelajar Sekolah Menengah Umum Negeri 81 Jakarta, dan 53 karya lainnya dari seniman Jepang. 

Adapun sepuluh seniman Indonesia yang ikut berpartisipasi antara lain Anthok S, Diwarupa iNm, Herry Yahya, Galung Wiratmaja, Made Budhiana, Made Gunawan, Made Supena, Rendra Samjaya, Tatang B.Sp, dan Winarto. 

Karya-karya yang ditampilkan dalam pameran ini meliputi karya lukis dan patung. Pilihan tema pada keseluruhan karya juga beragam, mulai dari tema sosial, binatang, landscape, still life, tradisi, kaligrafi, dan abstrak, dengan pendekatan teknik yang juga beragam.

Setelah dipamerkan selama dua hari di Bali yakni dari Jumat (24/8/2018) hingga Sabtu (25/8/2018), sepuluh karya seniman asal Indonesia akan dipamerkan di Jepang selama sebulan.

"Kami juga pernah mengadakan pameran budaya di Polandia untuk menandai hubungan diplomatik kedua negara yang telah terjalin selama 70 tahun," katanya, Jumat (24/8/2018).

Deputi Konsul Jenderal Jepang di Denpasar Koichi Ohashi mengatakan pameran budaya kedua negata ini diharapkan mampu memperkenalkan masing-masing budaya kedua negara. Sebab, kebudayaan dinilai menjadi salah satu jembatan untuk mencapai keberhasilan diplomasi. Apalagi, terlibatnya generasi muda dalam pameran ini sangat berperan dalam meningkatkan hubungan kedua negara. 

Kata dia, selain mengadakan diplomasi budaya melalui pameran, hubungan kedua negara juga dipererat dengan kegiatan pertukaran pelajar yang selama ini telah rutin diadakan. 

"Saya berharap agar pertukaran seni ini bisa menjadi cara antar seniman bisa mengenal lebih dalam kesenian masing-masing sebab hubungan kedua negara terjalin atas jasa pendahulu kita," katanya. 

Editor: Nancy Junita

Berita Terkini Lainnya