Satu Tata Kelola, Menpar Usulkan Bali Memulai dari Promosi Pariwisata

Oleh: Ema Sukarelawanto 23 Agustus 2018 | 20:06 WIB
Satu Tata Kelola, Menpar Usulkan Bali Memulai dari Promosi Pariwisata
Menteri Pariwisata Arief Yahya (tengah), berbincang bersama Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Kota Denpasar Ida Bagus Gede Sidharta Putra (kanan) dan Direktur Utama PT Surya Teknologi Perkasa Iwan Surya Putra sebelum mencoba sepeda Gowes, Kamis (23/8/2018). Destinasi wisata Sanur meluncurkan 300 sepeda dan 4 mobil listrik berkapasitas 16 penumpang berbasis aplikasi daring yang akan melayani warga dan wisatawan untuk mengurangi kemacetan dan mendukung program wisata ramah lingkungan.

Bisnis.com, DENPASAR—Menteri Pariwisata Arief Yahya mendorong penerapan ‘one island one mangement’ yang merupakan konsep yang ditawarkan  Gubernur dan Wakil Gubernur Bali agar dimulai dengan promosi pariwisata.

 

Menpar mengatakan hal tersebut dalam Dialog Pariwisata ‘Bali Now: One Island One Management’ yang digelar Boost Sanur Village Festival dan MarkPlus yang dipandu , Kamis (23/8/2018).

 

Menpar Arief Yahya mengatakan untuk mengimplementasi konsep tersebut memang tidak mudah karena terbentur undang-undang pemerintah daerah. Oleh karena itu, sarannya, agar memulai dengan hal yang mungkin dikelola secara bersama oleh pemprov dan pemkot/pemkab.

 

“Saya menyarankan untuk tahap awal pemasaran bersama, karena akan lebih mudah dan berdaya jika melakukan satu promosi Bali,” katanya.

 

Arief mengatakan pasca erupsi Gunung Agung pada 2018 pemerintah menganggarkan dana Rp100 miliar untuk pemulihan dengan alokasi 70% untuk kegiatan dan 30% untuk mitigasi bencana.

 

Ia menambahkan dana sebesar itu akan kembali dikucurkan pada 2019 dan diharapkan bisa mendukung kegiatan promosi Bali yang dikelola pemprov dengan menyatukan promosi pariwisata pemkot dan pemkab.

 

Wakil Gubernur Bali terpilih Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau kerap disapa Cok Ace yang menjadi salah satu narasumber dalam acara tersebut langsung merespons dan mengungkapkan segera membicarakannya kepada para pemangku kepentingan setelah pelantikan September mendatang.

 

“Kami optimistis bisa mewujudkan konsep ‘Bali one island management’, karena kebetulan 6 dari 9 kepala daerah di Bali berasal dari partai sama yang mendukung kami di pilkada, yakni PDIP,” katanya.

 

Cok Ace mengatakan konsep tersebut ditawarkan karena terdapat ketimpangan dalam pembangunan di Bali antara wilayah selatan dan utara. Bukan hanya dalam hal pembangunan pariwisata, tetap juga bidang yang lain seperti infrastruktur serta kebijakan lain yang mendesak diperlukan satu tata kelola dan keterpaduan antara pemkkot/pemkab dan pemprov.

 

“Dengan konsep ‘one island one management’ masing-masing daerah akan lebih mudah mengembangkan pariwisata karena adanya satu kelola yang terpusat,” tuturnya.

 

Selain masalah dana, pasangan ini juga menyoroti tidak adanya blue print mengenai keunggulan pariwisata di masing-masing wilayah di Bali. Cok Ace mengatakan bersama Gubernur Bali terpilih Wayan Koster (2018-2023) akan merancang suatu ‘grand design’ pembangunan Bali secara menyeluruh.

 

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Kota Denpasar Ida Bagus Gede Sidharta Putra menambahkan dengan konsep satu tata kelola Bali tersebut promosi pariwisata akan lebih fokus, efektif, dan efisien.

 

 

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya