Jukung Tradisional Bali Digemari Wisatawan

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 22 Agustus 2018 | 14:07 WIB
Jukung Tradisional Bali Digemari Wisatawan
Para pemilik jukung memamerkan perahu-perahu mereka di perairan Sanur, Denpasar, Bali, Rabu (22/8)./Bisnis-Ni Putu Eka Wiratmini

Bisnis.com, DENPASAR -- Jukung tradisional Bali rupanya tetap bertahan menjadi moda transportasi yang digemari wisatawan di tengah modernisasi teknologi. 
 
Ketua Induk Prolayar Dewi Satayu Jana Gandhi Sanur I Wayan Jelantik Yana mengatakan setiap harinya wisatawan selalu tertarik memanfaatkan jukung sebagai wahana wisata. Wisatawan kerap memancing menggunakan jukung atau hanya sekadar mengelilingi perairan Sanur. 
 
Dalam satu jam menaiki Jukung, wisatawan biasanya diminta bayaran sebesar US$10 atau sekitar Rp145. 000. Biasanya, wisatawan menyewa jukung selama dua jam.
 
"Rata-rata jukung yang ada di sini pasti dapat berlayar sekali sehari untuk dipakai wisatawan," ujarnya, Rabu (22/8/2018).

Wayan menerangkan jukung telah menjadi moda transportasi utama masyarakat Sanur sejak dulu. Dia mengklaim hampir 80% masyarakat Sanur bekerja sebagai nelayan sehingga banyak yang memiliki jukung. 
 
Walaupun saat ini moda transportasi laut telah digantikan dengan jet ski maupun fast boat, para pemilik jukung tetap bertahan. Apalagi, sekarang bisa dimanfaatkan untuk menjadi wahana bagi para wisatawan berkeliling Sanur. 
 
"Jadi kami sekarang berhenti menangkap ikan dan kami alihkan ke transportasi turis. Bahkan, dulu Miss World datang ke Bali memilih menaiki jukung kami," tambahnya. 

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya