Konsumsi Elpiji di Jatimbalinus Diprediksi Naik 17% Saat Iduladha

Oleh: Feri Kristianto 21 Agustus 2018 | 14:23 WIB
Konsumsi Elpiji di Jatimbalinus Diprediksi Naik 17% Saat Iduladha
Petugas melakukan pengisian ulang tabung LPG non subsidi Pertamina Bright Gas 5,5 kilogram di Depot LPG PT. Pertamina Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur, Selasa (24/10)./ANTARA-M Risyal Hidayat

Bisnis.com, DENPASAR -- Permintaan gas elpiji, baik subsidi maupun nonsubsidi, di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara menjelang Iduladha diprediksi mengalami peningkatan sebesar 17% dari konsumsi normal. 
 
Peningkatan permintaan ini disebabkan oleh tradisi masyarakat yang mengadakan pengajian, syukuran, dan hajatan bagi anggota keluarganya yang pergi  beribadah haji dan merayakan Hari Raya Iduladha. Pertamina MOR V menyatakan meskipun ada kenaikan permintaan, stok  elpiji di agen dan pangkalan wilayah Jawa Timur (Jatim), Bali, dan Nusa Tenggara (Nusra) tetap aman.
 
Konsumsi rata-rata normal harian untuk elpiji tabung 3 kilogram (kg) di wilayah MOR V sebanyak 4.621 metrik ton dan 46 metrik ton untuk jenis Bright Gas Family. Pertamina menambah pasokan fakultatif elpiji 3 kg pada periode 16-22 Agustus sebanyak 4.377 metrik ton. 
 
Unit Manager Communication & CSR Pertamina Jatimbalinus Rifky Rakhman Yusuf mengatakan pihaknya menggelar pasar murah di beberapa kota dan kabupaten tiga wilayah itu untuk distribusi elpiji.
 
"Kami akan memastikan stok elpiji tetap aman jelang Iduladha. Kami telah berkoordinasi dengan bagian terkait agar proses distribusi tidak terganggu sehingga masyarakat tetap lancar dalam menjalakan tradisi jelang Iduladha," jelasnya dalam keterangan resmi, Selasa (21/8/2018).
 
Pertamina mengimbau masyarakat yang tidak berhak mengonsumsi elpiji 3 kg agar menggunakan atau beralih menggunakan produk Bright Gas. Terutama, masyarakat yang mampu membeli produk non subsidi.
 
Sementara itu, untuk konsumsi BBM, Rifky menambahkan tidak terdapat peningkatan konsumsi yang signifikan. 
 
Untuk Agustus 2018, rata-rata konsumsi harian Gasoline sebanyak 17.697 kiloliter (kl), sedangkan rata rata konsumsi harian Gasoil sebesar 8.439 kl. Hanya, di Madura diprediksi akan ada peningkatan Gasoline sebesar 15% karena ada tradisi mudik yang disebut Budaya Toron saat Iduladha.
 
Adapun konsumsi avtur mengalami peningkatan disebabkan penerbangan haji dari Bandara Internasional Lombok (BIL) dan Bandara Juanda.

Konsumsi avtur untuk penerbangan haji di  Bandara Internasional Lombok (BIL) meningkat 51,79% atau naik 853 kl dibanding fase satu pemberangkatan calon haji 2017 karena fase satu keberangkatan haji dari Lombok tahun ini tidak transit di Bandara Minangkabau seperti tahun sebelumnya.

Di Bandara Juanda, konsumsi Avtur hanya naik 1,06% atau 174 kl dibandingkan dengan penerbangan haji 2017.

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya