Jelang IMF-WB 2018, Perbaikan Infrastruktur Jalan di Ubud Capai 80%

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 21 Agustus 2018 | 12:03 WIB
Jelang IMF-WB 2018, Perbaikan Infrastruktur Jalan di Ubud Capai 80%
Kendaraan merayap menuju Ubud, Kabupaten Gianyar Bali./Bisnis.com-Tim Jelajah Jawa-Bali

Bisnis.com, DENPASAR – Pengerjaan perbaikan infrastruktur jalan dan trotoar di Ubud, Bali untuk persiapan gelaran Annual Meeting IMF-World Bank 2018 sudah mencapai 80%.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Gianyar Nyoman Nuadi memastikan perbaikan infrastruktur jalan dan trotoar di Ubud akan rampung pada Oktober 2018. Perbaikan infrastruktur tersebut meliputi penebalan, menutupi jalan berlubang, perbaikan trotoar, dan irigasi air.

Adapun perbaikan dimulai dari Jalan Pengosekan, Ubud kemudian menuju Monkey Forest, dan berakhir pada jalan di depan Lapangan Ubud.

“Memang untuk sekarang kita belum ada perluasan jalan, untuk mengurangi kemacetan kita sudah dilakukan kebijakan dari Dinas Perhubungan,” katanya kepada Bisnis, Selasa (21/8/2018).

Nyoman menerangkan lokasi-lokasi tersebut memang sudah harus diperbaiki kondisi jalan dan trotoarnya. Namun, lantaran adanya gelaran IMF-WB 2018, proyek perbaikan dikejar untuk rampung sebelum Oktober 2018.

“Perbaikan kita juga sebenarnya merata untuk seluruh Gianyar,” ujarnya. 

Terkait gelaran Annual Meeting IMF-World Bank 2018, sejumlah infrastruktur di Bali memang diperbaiki dan ditambah. Contohnya, pembangunan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai untuk mengurangi kemacetan di pintu masuk Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Ada pula perluasan apron Bandara Ngurah Rai untuk menambah kapasitas parkir pesawat. Selain itu, Pelabuhan Benoa juga juga melakukan pendalaman kolam dermaga untuk memungkinkan kapal pesiar dengan kapasitas ukuran lebih besar yakni 335 Gross Ton (GT) bisa bersandar.

Bali juga menghadirkan objek wisata baru yakni Patung Garuda Wisnu Kencana setinggi 120 meter untuk menjamu delegasi Annual Meeting IMF-World Bank 2018. Semua infrastruktur baru dan objek wisata tersebut rencananya akan diresmikan Presiden Joko Widodo pada 22 September 2018.

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya