AP Logistik dan Gapura Angkasa Bidik Pasar Kargo Transit

Oleh: Newswire 20 Agustus 2018 | 10:38 WIB
AP Logistik dan Gapura Angkasa Bidik Pasar Kargo Transit
Ilustrasi kargo di bandara./Antara

Bisnis.com, DENPASAR – PT Angkasa Pura Logistik Cabang Bali menggandeng PT Gapura Angkasa untuk membidik pangsa pasar kargo transit dari satu negara ke negara tujuan lain melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

"Terminal penimbunan sementara kargo transit di Bali ini merupakan satu-satunya dan pertama di Indonesia," kata Kepala Cabang PT Angkasa Pura Logistik Cabang Bali Dewa Putu Sudarma di Denpasar, Senin (20/8/2018).

Kesepakatan kerja sama itu dilakukan bersama dengan General Manager PT Gapura Angkasa Bali Wasono Waluyo Badrudin terkait penanganan kargo transit dan dokumen bea cukai Garuda Indonesia pada Selasa (14/8).

Dengan kerja sama tersebut, ia optimistis akan semakin mendorong Bali sebagai penghubung atau "hub" untuk pelayanan kargo di Tanah Air.

Selama tiga bulan terakhir, AP Logistik Bali telah melayani kargo transit sebanyak 6.684 ton selama periode April-Juni 2018 yang sebagian besar berupa barang tidak mudah rusak seperti produk elektronik dan barang penanganan khusus lainnya.

Pasar terbesar untuk kargo transit di Bali di antaranya dari China menuju sejumlah kota di India dan Australia. Selain dari China, pasar potensial lain di antaranya Singapura, Hong Kong, Australia dan sejumlah negara lain di Eropa.

Dengan adanya kerja sama bersama dengan Gapura Angkasa dan mitra terkait lainnya, Sudarma optimistis peluang untuk melayani pasar kargo transit di Bali untuk pangsa pasar domestik dan internasional akan semakin terbuka lebar.

Dengan memiliki luas 913.47 meter persegi, terminal kargo Logistik Bali itu dilengkapi fasilitas peralatan dan penunjang operasional, keamanan, fasilitas kantor, sumber daya manusia dan sudah mengantongi lisensi serta tahapan penilaian dari pihak berwenang.

Dari sisi legalitas formal, kata dia, pihaknya telah memiliki izin dari Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Bea Cukai Bali, NTB, NTT dan sertifikasi jasa bidang pergudangan, pelayanan kargo dan pos dari Kementerian Perhubungan.

Selain itu, izin prinsip dari PT Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai dan izin operasional tempat penimbunan sementara dari Bea Cukai Ngurah Rai.

"Pelayanan dan tarif akan menjadi pertimbangan dalam bisnis ini. Kami ajak maskapai dalam dan luar negeri dapat memanfaatkan peluang ini," katanya.

Sumber : Antara

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya