Gempa Lombok: Kontainer Medis Mudahkan Dokter Lakukan Operasi

Oleh: Newswire 12 Agustus 2018 | 01:45 WIB
Gempa Lombok: Kontainer Medis Mudahkan Dokter Lakukan Operasi
Pasien dievakuasi ke parkiran rumah sakit Kota Mataram pascagempa bumi berkekuatan 7 pada skala richter (SR) di Mataram, NTB, (5/8)./Antara

Bisnis.com, KEDIRI - Gempa yang terjadi di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, berdampak pada kondisi rumah sakit di NTB.

PT Gudang Garam Tbk Kediri, Jawa Timur telah mengirimkan kontainer atau peti kemas yang difungsikan menjadi ruang medis, guna membantu pengobatan warga korban gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Kepala Bidang Humas PT GG, Iwhan Tri Cahyono di Kediri, Minggu mengemukakan terdapat 25 kontainer multi guna yang telah dikirimkan dan kini telah sampai di lokasi bencana.

Dari jumlah itu, terdapat enam unit kontainer dirakit di rumah sakit di Kota Mataram, NTB.

Dari hasil konsolidasi dengan tim medis, enam kontainer difokuskan untuk menangani korban gempa yang dirujuk di Rumah Sakit Provinsi NTB.

Bantuan kontainer langsung diterima oleh Direktur Rumah Sakit Provinsi NTB, Lalu Hamzi Fikri, dengan didampingi para dokter yang akan menangani para korban gempa.

Lalu Hamzi juga memimpin supervisi selama proses perakitan kontainer. Iwhan hadir pada acara penyerahan bantuan tersebut.

Selain fasilitas utama berupa listrik, AC, penerangan, dan saluran air, kontainer juga langsung dilengkapi dengan semua keperluan untuk melakukan tindakan medis.

Dalam waktu sekitar dua jam, semua peralatan sudah masuk kontainer dan sudah disterilisasi. Selanjutnya, siap untuk dipakai sebagai ruang operasi dan pembedahan.

Lalu Hamzi mengaku bantuan ini sangat bermanfaat. Terdapat banyak pasien yang membutuhkan perawatan lebih lanjut namun terkendala dengan gedung yang rusak akibat musibah gempa bumi tersebut.

"Bantuan ini merupakan solusi yang efektif untuk melakukan operasi terhadap pasien. Kami sangat terbantu dengan keberadaan kontainer multi fungsi ini," kata Lalu Hamzi.

Menurut Lalu, saat ini ada 328 pasien yang memerlukan penanganan operasi. Sejumlah ruang operasi di RS Provinsi NTB masih dipergunakan, namun jumlahnya sangat terbatas dan tidak sebanding jumlah pasien yang harus segera ditangani. Dengan adanya kontainer dari GG, proses operasi bisa dilakukan di dalam kontainer.

Lalu Hamzi juga menambahkan, penanganan operasi di gedung rumah sakit juga agak repot karena ada trauma terhadap gempa susulan yang sewaktu-waktu terjadi.

Baik pasien maupun tim medis memiliki rasa was-was. Namun, dengan adanya kontainer, operasi pembedahan bisa dilakukan di luar gedung dengan rasa nyaman dan tenang.

Keberadaan kontainer tersebut juga memudahkan para dokter relawan yang turun ke Lombok untuk membantu menangani korban.

Jumlah tenaga medis cukup banyak, tapi kekurangan ruang operasi. Saat ini, satu kamar operasi maksimal mampu menangani lima pasien, sehingga dengan adanya kontainer, otomatis ruang bedah bertambah banyak.

Terlebih lagi, keberadaan kontainer bantuan GG ini turut mengembalikan fungsi Rumah Sakit Provinsi NTB sebagai rumah sakit rujukan bagi seluruh korban gempa yang kini masih tersebar di berbagai tempat.

"Kontainer ini menjadi model bantuan yang sangat efektif buat tim medis. Saya sangat terkesan dengan fungsinya yang multi guna dan multi bentuk seperti transformer," kata dr. Taufin Warindra dari Tim Dokter Ortopedi Gabungan Jawa Timur.

Tim Gudang Garam Peduli Lombok juga mengarahkan kontainer lainnya ke wilayah Kabupaten Lombok Utara.

Selain untuk ruang kerja tim medis, kontainer juga bisa digunakan sebagai kantor sementara Bupati Kabupaten Lombok Utara, dapur umum, dan tempat istirahat masyarakat dan para relawan. Proses perakitan dan pemasangan instalasi pelengkap, ditangani langsung oleh tim GG.

Bantuan dari GG ini telah dikirimkan sejak Rabu (8/8). Untuk kontainer, juga diklaim sangat aman, bahannya terbuat dari polyurethane.

Kontainer itu punya banyak keunggulan dibanding kontainer biasa, di antaranya tahan gesekan, tahan korosi, tahan benturan, stabil terhadap suhu panas/dingin, dan terisolasi penuh sehingga tahan kimia ringan serta mampu meredam potensi kebakaran.

Sumber : Antara

Editor: Saeno

Berita Terkini Lainnya