Gempa Susulan 6,2 SR Guncang Lombok. Tembok Koramil Roboh

Oleh: Newswire 09 Agustus 2018 | 13:07 WIB
Gempa Susulan 6,2 SR Guncang Lombok. Tembok Koramil Roboh
Situasi penanganan korban gempa Lombok, NTB pada Minggu (5/8/2018)/Antara-Bisnis-Ni Putu Eka Wiratmini

Bisnis.com, LOMBOK UTARA -  Lombong kembali diguncang gempa susulan,  Kamis (9/8/2018) siang. 

Gempa bumi susulan berkekuatan 6,2 pada Skala Richter mengguncang Pulau Lombok, Nusa Tenggara Nusa Tenggara Barat, pada pukul 13.25 Wita.

Analisa Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi susulan tersebut terjadi pada koordinat 8.36 lintang selatan, 116.22 bujur timur.

Tepatnya 6 kilometer barat laut Kabupaten Lombok Utara - NTB, dengan kedalaman 12 kilometer.

Gempa susulan tersebut membuat suasana menjadi panik di Rumah Sakit Lapangan Tanjung, sekaligus Posko Induk Bencana Gempa Kabupaten Lombok Utara.

Tembok Koramil Tanjung yang dijadikan dapur umum roboh sepanjang tiga meter.

Seperti diberitakan sebelumnya, hingga Kamis (9/8/2018) pagi Lombok mengalami 355 kali gempa susulan pascagempa 7 Skala Richter pada Minggu (5/8/2018).

"Hingga Kamis pukul 08.00 WITA, tercatat 355 kali gempa susulan," kata Kepala Bagian Humas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Hary Tjatmiko dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Kamis.

Dari lebih 300 kali gempa susulan tersebut, gempa yang dirasakan cukup kuat tercatat sebanyak 17 kali.

Periode gempa bumi susulan yang terjadi juga semakin jarang, tercatat sejak Kamis dini hari pukul 00.00 WITA hingga pukul 08.00 WITA gempa terjadi enam kali yaitu masing-masing tiga kali pada pukul 02.00 dan 03.00 WITA.

Gempa bumi 7,0 SR yang melanda Pulau Lombok dan Sumbawa pada Minggu (5/8) juga dirasakan hingga ke Bali dan Jawa Timur.

Gempa tersebut disebut BMKG sebagai gempa utama dari rangkaian gempa yang terjadi di Lombok sebelumnya yaitu pada 29 Juli 2018 yang juga merusak dan menimbulkan korban jiwa. Hal itu didasarkan pada  episenternya yang relatif sama.

Hingga Rabu (8/8) BNPB dan BPBD Nusa Tenggara Barat menyebut korban meninggal 131 orang, ratusan lainnya luka-luka dan ribuan rumah rusak.

Sumber : Antara

Editor: Saeno

Berita Terkini Lainnya