GEMPA LOMBOK: Setelah Gempa 7 SR, Terjadi 132 Kali Gempa Susulan

Oleh: News Editor 06 Agustus 2018 | 09:33 WIB
Seorang perempuan melintas dekat kios yang temboknya roboh pascagempa bumi di Dusun Lendang Bajur, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Senin (6/8). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapatkan laporan sementara jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan 7 Skala Richter sampai dengan pukul 03.20 Wita Senin 6 Agustus 2018 sebanyak 82 orang./Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Gempa susulan hingga Senin pagi tercatat masih terjadi di wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 132 gemba bumi susulan terjadi hingga Senin (6/8/2018) pukul 08.00 WIB di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Kepala Bagian Humas BMKG Hary Tirto Djatmiko di Jakarta, Senin mengatakan sebelumnya, gempa bumi berekuatan 5,4 SR yang berlokasi di 12 kilometer Barat Daya Lombok Utara.

Gempa yang terjadi pada pukul 07.28 WIB itu tidak berpotensi tsunami.

BMKG mengimbau warga untuk tidak masuk ke dalam bangunan yang sudah rusak akibat gempa karena dikhawatirkan sewaktu-waktu dapat runtuh akibat gempa susulan.

Sebelumnya, sebanyak 82 orang meninggal dunia dan ribuan orang mengungsi akibat gempa bumi berkekuatan 7 SR yang mengguncang NTB, Minggu (5/8) pukul 18.46 WIB.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Nugroho dalam pesannya di Jakarta, Senin dini hari, pukul 02.30 WIB menyebut, selain korban yang banyak, ratusan orang luka-luka dan ribuan rumah rusak.

Sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh. Ribuan warga mengungsi ke tempat yang aman.

Daerah terparah akibat gempa adalah Kabupaten Lombok Utara, Lombok Timur, dan Kota Mataram.

Sumber : Antara

Editor: Saeno

Berita Terkini Lainnya