Telkomsel Gandeng Binar Bidik Startup Indonesia Timur

Oleh: Ema Sukarelawanto 31 Juli 2018 | 17:27 WIB

Bisnis.com, DENPASAR—Telkomsel dan Binar Academy membidik generasi muda pelaku tahap awal usaha rintisan (early stage startup) dari wilayah Indonesia timur yang masih minim ikut berkiprah dalam kompetisi The NextDev.

VP Sales & Marketing Telkomsel Area Jawa Bali Ericson Sibagariang mengatakan kepesertaan anak muda dari wilayah Indonesia timur pada ajang The NextDev masih sangat minim, padahal kebutuhan peminatan dan pengembangan kapabilitas digital di wilayah itu cukup besar.

“Tahun ini Telkomsel The NextDev bersama Binar Academy menggelar The NextDev on The Mission 2018 Telkomsel sebagai sebuah program turunan yang akan membidik segmen edukasi digital bagi pemuda-pemudi di Indonesia Timur, yang akan digelar di Kupang,” katanya, Selasa (31/7/2018).

Berdasarkan data kepesertaan The NextDev, dari 4.091 early stage startup di Indonesia yang terdaftar, hanya 9,93%-nya yang berasal dari Indonesia Timur.

Sebagian besar pemula usaha rintisan yang mendaftar di The NextDev berasal dari kawasan Indonesia barat. Total jumlah startup di Jawa dan Sumatra yang mendaftar masing-masing mencapai 69,4% dan 16,7%.

Sedangkan, jumlah pendaftaran di daerah Indonesia Timur didominasi Sulawesi dengan angka 7,5%. Jika ditotal dengan Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara pun, yang masing-masing hanya berkontribusi sebesar 0,1%, 0,2%, dan 2,4%, jumlah pendaftaran dari Indonesia Timur tidak mencapai angka 10%.

Ericson mengatakan berdasarkan hal tersebut pada tahun keempat pelaksanaan Telkomsel The NextDev akan melengkapi generasi muda Indonesia timur dengan kemampuan-kemampuan yang relevan untuk berkreasi menciptakan produk digital tepat guna melalui program The NextDev on The Mission 2018.

Founder dan President Director Binar Academy Alamanda Shantika mengatakan kerja sama ini bertujuan untuk menghadirkan solusi atas masalah ketidakseimbangan tersebut.

Selain itu, lanjutnya, untuk mewujudkan ekosistem digital yang merata di seluruh Indonesia, di antaranya membuka kesempatan untuk menyebarkan edukasi digital ke daerah yang masih memiliki akses terbatas.

Dia mengatakan kegiatan ini mengusung tema ‘Bridge The Gap, Evolve The Nation!” yang memiliki misi mewujudkan dan memperkuat ekosistem digital, mendorong pengembangan, dan kemandirian generasi muda, serta meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur.

Program ini bakal mengikutkan 30 peserta ke dalam sebuah kurikulum berbasis pengetahuan koding dan pengembangan aplikasi digital selama 30 hari di Kupang dan Ambon pada semester kedua 2018.

Pemuda-pemudi Indonesia timur yang memiliki antusiasme tinggi dan rasa haus akan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi digital menjadi audiens sasaran kegiatan ini.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya