Bali Bakal Kembali Ekspor 15 Ton Beras Merah ke AS

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 31 Juli 2018 | 13:05 WIB
Beras merah/dummies.com

Bisnis.com, DENPASAR – Bali akan kembali mengekspor beras merah sebanyak 15 ton ke AS menyusul adanya tambahan permintaan dari negara tersebut.

Kepala Bidang Produksi Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Bali I Wayan Sunarta mengatakan sejak 2017 sudah ada 11 ton beras merah yang diekspor ke AS. Rupanya, pasar AS sangat meminati beras merah dari Bali sehingga kembali meminta kiriman produk ini.

Menurutnya, produksi beras merah di Bali sudah menyentuh 800 ton dari 400 hektare (ha) lahan yang produktif. Untuk meningkatkan produksi, pemerintah mulai menyasar lahan-lahan baru seperti di Tabanan seluas 25 ha dan di Buleleng seluas 25 ha.

Meski memiliki potensi yang besar, tapi sampai saat ini hanya ada satu produsen beras merah yang melakukan ekspor. Itu pun hanya ke AS.

“Baru saja kita beri mereka alat bantu agar produksinya semakin cepat karena selama ini kan manual. Dengan kita bantu alat tahun ini, mudah-mudahan bisa mengirim 1 kontainer yang isinya 15 ton,” papar Wayan Sunarta kepada Bisnis, Selasa (31/7/2018).

Produsen beras merah di Bali yang sudah mengekspor produknya ke AS adalah Beras Merah Cendana.

Pendiri Beras Merah Cendana I Wayan Sukarta mengungkapkan saat ini pihaknya terkendala bahan baku. Pasalnya, beras merah yang bisa diolah dan disangrai adalah yang telah didiamkan selama 3 bulan.

Sehingga, pihaknya hanya bisa mengolah beras merah hasil panen tahun lalu. Dengan demikian, kemungkinan perusahaannya hanya bisa mengirim kurang dari 15 ton ke AS pada 2018.

“Kemungkinan baru bisa 12 ton, saya sendiri sudah siap 10 ton. Kalau pengiriman bisa belakangan lagi mungkin bisa lebih banyak, tapi kami terbatas bahan baku sekarang,” terangnya.

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya