PUPR Buka Pusat Pendidikan Pengolahan Sampah 3R di Bali

Oleh: Irene Agustine 30 Juli 2018 | 00:41 WIB
Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST)-3R Desa Adat Seminyak yang dibangun Kementerian PUPR dan didukung oleh Coca Cola Amatil Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berupaya menghadirkan solusi untuk mengurangi volume sampah dengan mengembangkan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di Seminyak, Kabupaten Badung.

Kehadiran TPST 3R tersebut diharapkan bisa jadi solusi bagi wisatawan di Pulau Dewata yang kerap terganggu dengan timbulan sampah di berbagai tujuan, seperti di Pantai Kuta, Legian dan Seminyak.

Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Anita Firmanti mengatakan TPST 3R sekaligus berfungsi sebagai pusat pendidikan (learning center) pengolahan sampah dengan sistem 3R. Pusat pendidikan dilengkapi ruang kelas yang terbuka bagi komunitas, mahasiswa atau masyarakat umum belajar mengolah sampah.

Aktivitas di TPST 3R Seminyak diinisiasi oleh Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR sejak tahun 2015 dan kini terus berkembang tidak hanya melibatkan warga sekitar namun juga perusahaan dan hotel-hotel untuk peduli 3R.

"Masyarakat bisa berperan aktif dalam mengatasi masalah sampah dan hasilnya pasti lebih efektif dan efisien bahkan bisa memiliki nilai ekonomis," kata Anita saat Peluncuran Pusat Pelatihan (Learning Center) dikutip dari keterangan resmi, Minggu (29/7/2018).

Learning center itu sendiri didukung oleh dana CSR (Corporate Social Responsibility) PT. Coca Cola Amatil Indonesia.

Acara tersebut merupakan bagian dari Bali Big Eco Weekend yang melibatkan Kementerian PUPR, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Perindustrian, Pemerintah Daerah, swasta, pecinta lingkungan dan masyarakat.

Tantangan dalam pengelolaan sampah perkotaan adalah volume timbulan sampah yang besar sehingga tidak mungkin ditampung di Tempat Pembuangan dan Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah.

Sementara itu, pembangunan TPA sampah baru kerap dihadapkan pada masalah ketersediaan lahan yang terbatas dan tingginya harga tanah di kota.

"Upaya bersama ini akan membantu mewujudkan cita-cita Indonesia bebas sampah tahun 2025," ujar Anita.

Pembangunan TPST 3R Seminyak dilakukan tahun 2015 dengan anggaran sebesar Rp650 juta di lahan seluas 570 m2. Fasilitas pendukung TPST 3R Seminyak yaitu 5 unit Truk Sampah, 1 unit bak motor sampah, 2 unit mesin pencacah plastik, 1 unit mesin ayakan, 3 unit gerobak sampah, dan 1 unit gedung komposting.

Pusat pendidikan pengolahan sampah 3R juga dilengkapi oleh mesin pencacah plastik yang diserahkan dari Balitbang Kementerian PUPR.

Penyerahan mesin juga dilengkapi materi ajar mengenai pemanfaatan limbah plastik sebagai campuran aspal dan campuran bahan bangunan seperti paving block.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya