Denpasar Mulai Sosialisasikan Tas Belanja Ramah Lingkungan

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 29 Juli 2018 | 14:05 WIB
Denpasar Mulai Sosialisasikan Tas Belanja Ramah Lingkungan
Ilustrasi: Tas belanja/kgns.tv

Bisnis.com, DENPASAR – Pemerintah Denpasar mulai mensosialisasikan penggunaan tas ramah lingkungan. Sosialisasi disampaikan sebelum Peraturan Wali Kota mengenai pengurangan penggunaan kantong belanja berbahan plastik dirilis tahun ini.

Sosialiasi pengurangan kantong belanja berbahan plastik pun mulai dilakukan. Seperti pada Car Free Day (CFD), Minggu (29/7/2018) di Lapangan Renon, Denpasar.

Masyarakat diminta untuk menukarkan kantong plastik yang dibawa dengan tas berbahan ramah lingkungan yang sudah disediakan.

Kegiatan serupa juga kerap dilakukan di beberapa kesempatan, seperti saat penerimaan siswa baru di masing-masing sekolah.

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah Bahan Berbahaya Beracun DLHK Denpasar Ketut Adiwiguna mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk mengurangi sampah plastik di wilayahnya.

Sebanyak 30% limbah yang dihasilkan di Denpasar merupakan sampah anorganik. 7% di antaranya merupakan sampah plastik.

Kata dia, untuk mengurangi sampah itu, Denpasar sebentar lagi akan mengeluarkan Peraturan Wali Kota mengenai penggunaan kantong plastik.

Toko ritel diharapkan mengganti kantong belanja dengan berbahan kain, kertas, maupun plastik yang berasal dari olahan ketela pohon atau saripati jagung.

Sementara, selagi menunggu Peraturan Wali Kota itu rampung akhir tahun ini, pihaknya akan mengeluarkan surat edaran mengenai pembatasan kantong plastik pada Agustus 2018 nanti.

“Jangka pendeknya, kita keluarkan surat edaran Agustus nanti, jangka panjangnya kita buatkan perwali terkait penggunaan kantong plastik pada 2018 ini,” katanya, Minggu (29/7/2018). ‘

Dia pun memastikan, masing-masing pengusaha ritel di Denpasar telah menyepakati pengurangan penggunaan kantong plastik. Hingga saat ini mereka masih memikirkan pengalihan ke kantong ramah lingkungan dari sebelumnya menggunakan tas plastik.

“Kami juga sudah mengajak semua peritel, dan bahkan mereka meminta agar regulasinya dibuat segera agar semua pihak melaksanakan,” katanya.

Selain itu, bank sampah juga terus dioptimalkan untuk mengolah sampah plastik yang selama ini ada di Denpasar.

Jika ditotal, Denpasar telah memiliki 100 bank sampah, di antaranya telah mampu mengumpulkan rata-rata 100 kg per hari.

Editor: Saeno

Berita Terkini Lainnya