29 Tahun Berkarya, Anne Aventie Persembahkan Peragaan Busana "Cinta Putih" di Bali

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 27 Juli 2018 | 17:55 WIB
29 Tahun Berkarya, Anne Aventie Persembahkan Peragaan Busana
Press conference pagelaran 29 tahun Anne Avantie berkarya di Indonesia dengan tajuk Cinta Putih, yang diadakan di Rumah Luwih, Pantai Lebih, Gianyar, Jumat (27/7/2018).

Bisnis.com, GIANYAR -- Perancang kebaya kontemporer Anne Avantie mempersembahkan 100 karya dalam peragaan busana ‘Cinta Putih’ untuk menandai pencapaian 29 tahun berkarya yang diadakan di Rumah Luwih, Pantai Lebih, Gianyar, Jumat (27/7/2018).

Peragaan busana kali ini menjadi pagelaran kedua Anne Avantie di Bali setelah 15 tahun lalu menyelenggarakan pagelaran Fashion Tendance 2003. Sementara, pagelaran "Cinta Putih" di Bali juga menjadi gelaran terbesar 29 tahun Anne Avantie berkarya di Indonesia.

Pagelaran ini menampilkan karya Anne Avantie yang kental dengan tradisi bangsa Indonesia.

Lebih spesifiknya, pagelaran Cinta Putih menampilkan karya yang mengacu pada kehidupan religius masyarakat Bali yang dikolaborasikan dengan budaya Jawa.

Kata dia, karya-karya yang ditampilkan saat ini akan menggunakan bahan-bahan yang dapat ditemui dengan mudah di Indonesia.

Bahkan, bahan-bahan yang tergolong tidak lazim digunakan oleh perancang busana lainnya.

"Saya merancang acara ini 3 bulan saja, bisa menjadi waktu yang panjang ataupun pendek dan akhirnya kita bisa menyelenggarakan acara terbesar yang pernah saya injak selama di panggung busana Indonesia," katanya, Jumat (27/7/2018).

Menurutnya, Pagelaran Cinta Putih menjadi pembuktian karya Anne Avantie untuk Tuhan dan Indonesia.

Lewat pagelaran ini, Anne Evantie ingin memperlihatkan bahwa karya-karya yang dipersembahkan untuk Indonesia merupakan wujud cinta yang putih.

"Sepulang saya dari Bali, saya berharap akan menjadi inovasi untuk industri fashion," katanya.

Kata dia, 29 tahun Anne Avantie berkarya di industri busana Indonesia merupakan sebuah kerja keras.

Dia yang hanya tamatan sekolah menengah pertama dan tidak pernah mendapatkan pendidikan tata busana, mampu menjadi salah satu perancang busana sohor di Indonesia.

Editor: Rustam Agus

Berita Terkini Lainnya