Pinjaman 'Fintech Lending' di Indonesia Mencapai Rp7,6 Triliun

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 23 Juli 2018 | 08:33 WIB
Pinjaman 'Fintech Lending' di Indonesia Mencapai Rp7,6 Triliun
Ilustrasi teknologi finansial./Flickr

Bisnis.com, DENPASAR – Bisnis penyaluran kredit melalui sarana digital/financial technology lending di Indonesia secara agregat mencapai Rp7,6 triliun hingga perhitungan Juni 2018.

Ketua Umum Asosiasi Fintech Indonesia Niki Santo Luhur mengatakan telah terjadi peningkatan yang cukup signifikan pada total pinjaman yang disalurkan ke masyarakat, Pada perhitungan April 2018, jumlah pinjaman yang disalurkan telah sebesar Rp5 triliun, artinya ada peningkatan hingga 34% pada Juni 2018.

Kata dia, dari dana Rp5 triliun yang tersalurkan, berdasarkan survei, telah mampu menggerakkan ekonomi hingga Rp20 triliun.

Menurutnya, bisnis ini memang sedang bertumbuh di Indonesia dan dalam praktiknya banyak yang yang perlu diwaspadai juga seperti nasabah maupun perusahaan fintech itu sendiri.

“Ada yang menggunakan dana ini untuk buka usaha dan semacamnya, dan ini yang kita pelajari seberapa besar dampak fintech lending,” katanya, Sabtu (21/7/2018).

Kata dia, jumlah peminjam atau borrowers juga meningkat 30 kali lipat selama 5 tahun terakhir. Bahkan, jumlah ini dinilai lebih banyak dari pada lender. Adapun rata-rata pinjaman pada 2016 rata-rata sebanyak Rp400 juta dan kondisinya menurun menjadi rata-rata Rp80 juta saat ini.

“Ini membuktikan yang membutuhkan pinjaman kecil lebih banyak, sehingga lender lebih bagus masuk yang ke small size loan,” katanya.

Kepala Sub Bagian Perizinan Direktorat Fintech Otoritas Jasa Keuangan Alvin Taulu merinci hingga saat ini jumlah fintech lending yang sudah terdaftar ada sebanyak 62 perusahaan dengan pemberi pinjaman ada sebanyak 123.631 entitas.

Total transaksi pemberi pinjaman atau lender hingga Juni 2018 sebanyak 4,2 juta kali dengan total penerima pinjaman atau borrower sebanyak 1.090.000 entitas. Transaksi peminjam atau borrower ada sebanyak 3,1 juta kali.

“Kita sudah masuk di era lifestyle terhadap kegiatan yang sifatnya teknologi, sehingga fintech menjadi pendanaan baru untuk sumber permodalan di Indonesia,” katanya.

 

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya