Denpasar Kota Tangguh Bencana, Jadi Percontohan di ASEAN

Oleh: Ema Sukarelawanto 22 Juli 2018 | 12:55 WIB
Denpasar Kota Tangguh Bencana, Jadi Percontohan di ASEAN
Anggota pengamanan adat Bali atau Pecalang berbaris bersama personel TNI dan Polri dalam gelar pasukan pengamanan perayaan Hari Nyepi Tahun Baru Saka 1939 di Lapangan Puputan Margarana, Denpasar, Rabu (22/3)./Antara-Nyoman Budhiana

Bisnis.com, DENPASAR — Japan Internasional Cooperation Ageny atau JICA memilih Kota Denpasar mewakili Indonesia dan menjadi daerah percontohan dalam pencanangan kota tangguh bencana bagi negara-begara ASEAN.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Denpasar Ida Bagus Joni Ariwibawa mengatakan terpilihnya Denpasar karena pemerintah kota ini telah memiliki kajian tentang risiko bencana, berbagai perangkat pendukung, dan beserta aksi antisipasinya.

“Kota Denpasar dinilai memiliki ketangguhan menghadapi bencana tsunami dengan menganalisis sarana prasarana yang disediakan pemangku kepentingan terkait,” katanya, Miunggu (22/7/2018).

Menurut Joni Denpasar juga memiliki kajian risiko bencana, rencana penanggulangan bencana, peta rawan bencana, serta rencana tata ruang berbasis pengurangan risiko bencana. 

Di samping itu juga memiliki tempat evakuasi sementara di Pulau Serangan, peta dan rambu jalur evakuasi, sirene tsunami, serta simulasi ancaman tsunami yang secara rutin telah dilaksanakan. 

"Dari kajian yang telah dilakukan JICA memberikan Denpasar kepercayaan sebagai salah satu kota percontohan dengan berbagai sarana dan kajian yang dimiliki,” ujarnya.  

Belum lama ini Joni bersama  Kabid Infrastruktur Pengembangan Wilayah Bappeda Kota Denpasar Julia Krisna Siagian memaparkan kesiapan Denpasar menghadapi bencana di hadapan peserta 3rd Asean Urban Resilience Forum bertema Building Disaster and Climate Resilient Cities in Asean. Forum yang digelar di Luang Prabang, Laos itu merupakan inisiatif dan asistensi JICA. 

Ia menambahkan ketersediaan data akurat mengenai ketinggian dan kekuatan gedung di Kota Denpasar yang dapat dijadikan sebagai tempat evakuasi sementara oleh masyarakat apabila terjadi tsunami. Ke depan akan ditambah lagi peta jalur evakuasi dan informasi masyarakat serta menyempurnakan dan merawat tanda-tanda jalur evakuasi yang telah terpasang. 

Ia menyebut dalam tataran inovasi pelayanan kegawatdaruratan, pemkot memberikan layanan seperti penanganan kecelakaan lalu lintas, permintaan penjemputan orang sakit dari rumah ke rumah sakit, penanganan kebakaran, pohon tumbang, hewan liar hingga penanggulangan kebencanaan lainnya yang siap melayani masyarakat 24 jam setiap harinya. 

Pelayanan kegawatdaruratan itu melalui nomor telepon 112 atau 223333, bebas pulsa dan berlaku 24 jam. Hingga kini terus melakukan  berbagai terobosan dan inovasi guna memberikan pelayanan yang maksimal untuk masyarakat. 

Editor: Sutarno

Berita Terkini Lainnya