Produksi Pertanian Naik, Jumlah Penduduk Miskin Bali Berkurang

Oleh: Feri Kristianto 16 Juli 2018 | 15:27 WIB
Produksi Pertanian Naik, Jumlah Penduduk Miskin Bali Berkurang
Ilustrasi warga miskin./Antara-Aprillio Akbar

Bisnis.com, DENPASAR — Jumlah penduduk miskin di Bali berkurang 2,67% dari 176.480 orang pada September 2017 menjadi 171.760 orang pada Maret 2018. 

Kepala Bidang Statistik Sosial Badan Pusat Statistik (BPS) Bali Dicky Wahyono mengatakan penurunan itu ditopang oleh bertumbuhnya sejumlah sektor yang banyak digeluti masyarakat menengah bawah. Dia mencontohkan pada kuartal I/2018, sektor pertanian tumbuh 4,71% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang naik 4,05%.

“Juga adanya peningkatan hasil produksi dan ramainya hari raya lalu. Akhirnya, kebutuhan daging dan telur meningkat sehingga mempengaruhi sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan,” jelas Dicky, Senin (16/7/2018).

Dia menjelaskan rendahnya tingkat inflasi di Bali pada Maret 2018 jika dibandingkan dengan September 2017 juga ikut memberikan kontribusi sehingga jumlah penduduk miskin terkontrol. Selain itu, indeks upah buruh memperlihatkan peningkatan meskipun tipis.

Nilai Tukar Petani (NTP) sepanjang September 2017-Maret 2018 turut menunjukkan peningkatan meskipun masih di bawah angka 100. Indikator tersebut sudah dapat dipandang sebagai adanya perbaikan.

“Di sisi lain, pengeluaran per kapita di penduduk lapisan bawah mengalami kenaikan. Jadi, ada penduduk bawah keluar dari garis kemiskinan,” tambah Dicky.

Walaupun ada penurunan jumlah penduduk miskin, BPS Bali mengimbau agar pemerintah tetap waspada. Pasalnya, masih ada sejumlah komoditas yang menyumbang tingkat kemiskinan yang perlu diperhatikan.

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya