Desa Batumadeg di Nusa Penida Akhirnya Terlayani Air Bersih

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 15 Juli 2018 | 10:25 WIB
Ilustrasi air bersih./JIBI

Bisnis.com, NUSA PENIDA -- Warga Desa Batumadeg, Nusa Penida, Bali akhirnya terlayani air bersih setelah mendapat bantuan dari Bank Indonesia.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali Causa Iman Karana mengatakan sebenarnya banyak potensi Nusa Penida yang dapat dikembangkan. BI pun telah mengembangkan dan membina beberapa potensi ekonomi di daerah tersebut, mulai dari pertanian rumput laut hingga kain tradisional.

Selain potensi ekonomi, permasalahan air di Nusa Penida juga dipandang perlu diatasi sehingga bank sentral memberikan bantuan berupa pembangunan instalasi penampungan air bersih di pulau tersebut.

Dia menuturkan dari sekian banyak potensi mata air Nusa Penida, dipilih mata air Tembeling di Desa Batumadeg. Warga Desa Batumadeg sebenarnya cukup beruntung karena memiliki mata air tapi jaraknya cukup jauh dari pemukiman.

Inilah yang menyulitkan warga karena harus menuruni ratusan anak tangga untuk mengambil air, setiap harinya.

"Selama ini, masyarakat mengambil air dari sumber air yang berjarak 3 kilometer (km) dari rumah dan hanya dapat satu galon. Kami pernah coba dan itu bisa bikin kurus," ujar Iman, Sabtu (14/7/2018).

Pengadaan distribusi air ke Desa Batumadeg diklaim tidak mudah. Sebab, selain tidak ingin bersinggungan dengan PDAM, pemilihan teknologi yang tepat demi menjaga kondisi lingkungan menjadi hal yang cukup matang dipikirkan.

Awalnya, teknologi yang ingin dikembangkan untuk mengangkat air adalah yang menggunakan tenaga surya. Namun, karena lahan dan letak geografis yang tidak memungkinkan, dipilihlah tenaga listrik untuk mengangkat air tersebut ke bak penampungan atau reservoir.

Dari bak penampungan, pipa-pipa mengarah ke rumah air yang letaknya tepat di tengah pemukiman. Di sana, warga bisa mengambil air.

"Kami buat bak penampungan. Jangan sampai mengganggu lingkungan dan di sumber air juga tidak menggangu pemandangan. Desainnya juga kami buat alami sehingga kami harapkan nanti suasana alam terjaga," lanjutnya.

Editor: Annisa Margrit

Berita Terkini Lainnya