Kebakaran Kapal Ikan di Pelabuhan Benoa Sulit Dipadamkan

Oleh: Ni Putu Eka Wiratmini 09 Juli 2018 | 12:01 WIB
Loading the player ...

Bisnis.com, DENPASAR -- Minimnya sumber air menjadi kendala untuk memadamkan kabakaran kapal di Pelabuhan Benoa yang telah terjadi sejak subuh tadi.

Pantauan Bisnis di lapangan, hingga sekitar pukul 11.30 petugas masih berusaha memadamkan api.

Kabid Kegawatdaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Denpasar Ida Bagus Yoga mengatakan untuk memadamkan api pihaknya membutuhkan 15 menit untuk penanganan dan 30 menit untuk mencari sumber air. Hal ini yang menjadikan proses pemadaman tidak efektif.

Kata dia, seharusnya dermaga memiliki keran-keran dengan jarak setiap 50 meter seperti yang dipasang di jalan-jalan.

Petugas sedang memadamkan kapal ikan yang terbakar di Pelabuhan Benoa, Senin (9/7/2018)./Bisnis-Ni Putu Eka Wiratmini

"Keran harus menjadi atensi di seluruh dermaga, karena ini yang sekarang menjadi kendala," katanya, Senin (9/7/2018).

Selain persoalan sumber air, manajemen sandar kapal juga dinilai ikut menjadi kendala sulitnya pemadaman. Penyebabnya, posisi sandar kapal tidak memberikan akses pergerakan dan pergeseran saat terjadi keadaan darurat seperti ini.

Kata dia, pemilik kapal juga sulit dihubungi. Seharusnya, masing-masing pemilik kapal memililiki tenaga pengamanan yang dalam keadaan darurat bisa dihubungi.

"Secara normatif angin juga memberikan pengaruh, kemudian kerapatan standar kapal itu yang kendala, kalau unit monil sudah cukup tapi keluarnya bermasalah," katanya.

Menurutnya, hingga saat ini dugaan penyebab kebakaran masih diselidiki. Sementara, titik sumber api juga masih ditangani.

Info yang berhasil diperoleh dari lapangan, kebarakan di pusat bersandarnya kapal-kapal ikan tersebut bermula pada pukul 02.00 Wita. Kebakaran awalnya menimpa kapal ikan yang berada di dermaga barat tersebut.

Kapal KM Cilacap Jaya Karya

Menurut penjelasan dari berbagai sumber awalnya Kapal KM Cilacap Jaya Karya yang terbakar di bagian belakang. Karena posisi kapal saling berdekatan, kobaran api menyambar sejumlah kapal lainnya.

Tercatat ada 5 unit kapal milik PT AKFI, 7 unit milok PT Intimas Surya, sekitar 3 unit milik PT Bandar Nelayan turut terbakar, dan 25 unit kapal lainnya masih didata.

Editor: Saeno

Berita Terkini Lainnya